Polisi Periksa Anak Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Mapolres Sragen

Antara, Ary Wahyu Wibowo ยท Kamis, 02 Januari 2020 - 21:30 WIB
Polisi Periksa Anak Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas di Mapolres Sragen
Kasus pembunuhan anak terhadap ibu kandung di Sragen. (Foto: ilustrasi)

SRAGEN, iNews.id  - Tim penyidik Satuan Reskrim Polres Sragen memeriksa intensif pelaku yang menganiaya ibu kandung sendiri hingga tewas di Dukuh Barong Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

Pejabat sementara (Pjs) Kepala Sub-Bagian Humas Polres Sragen, AKP Suharno mengatakan, pelaku Hendriyanto (36) kini masih dalam pemeriksaan di Mapolres Sragen.

“Korban meninggal dunia akibat kasus penganiayaan anak kandung sendiri, yakni Daliyem (50). Peristiwa penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal itu, terjadi di rumahnya, pada Rabu (1/1/2020), sekitar pukul 22.00 WIB," ungkap Suharno, Kamis (2/1/2020).

Korban diketahui pertama kali oleh suaminya, Sadiyo (60) yang masuk ke kamar dan mendapati istrinya sudah bersimbah darah di atas tempat tidur. Sadiyo berteriak histeris meminta tolong kepada tetangga rumah, beberapa saat kemudian mereka berdatangan untuk membantu korban.

BACA JUGA: Ditolak Ganti Nama, Anak di Sragen Aniaya Ibu Kandung Hingga Tewas

“Korban saat ditemukan saksi sudah dalam keadaan tergeletak tidak sadarkan diri di atas tempat tidur dengan posisi terlentang. Korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Yaksi Gemolong Sragen," ujarnya.

Diperoleh informasi, peristiwa mengenaskan itu berawal saat pelaku bermaksud mengganti nama yang diberikan orang tuanya. Pelaku menilai nama pemberian orang tuanya ssaat lahir tidak menarik. Pelaku kemudian mengutarakan niat mengganti nama ke ibunya.

Namun, permintaan itu ditolak sang ibu hingga membuat Hend kecewa. Pelaku kemudian berbuat nekat dengan menganiaya ibunya hingga tewas.

"Dari hasil penyelidikan, pelaku diduga Hend yang tak lain adalah anak korban sendiri. Saat ini pelaku sudah diamankan,” kata AKP Suharno.

Menurut pihak keluarga korban, kata dia, pelaku memiliki riyawat gangguan kejiwaan dan pernah dirawat di rumah sakit jiwa. Untuk itu, polisi akan melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap pelaku. “Nanti akan dibawa ke rumah sakit jiwa untuk diobservasi,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki