Polres Kendal Sudah Kantongi Identitas Pembunuh Karyawan BRI
KENDAL, iNews.id – Penyelidikan kasus pembunuhan terhadap Yoga Gathot Pramana, karyawan BRI unit Weleri Kendal mulai menunjukkan titik terang.
Penyidik Satreskrim Polres Kendal mengaku sudah mengantongi identitas pelaku pembunuhan tersebut. Meski demikian, polisi masih merahasiakan ciri-ciri pelaku dengan alasan untuk kepentingan penyelidikan.
Kasatreskrim Polres Kendal, AKP Aris Munandar mengatakan, sesuai penuturan keluarga, Yoga pernah menyatakan kepada istrinya, Arlies Zenitha jika ada seseorang yang mengancamnya. Namun, siapa yang pernah mengancam korban, Aris belum bisa menyebutkannya.
"Ada yang pernah mengancam korban, tetapi untuk penyelidikan, saya tidak bisa mengungkapkannya,’’ tuturnya, Kamis (23/11/2017).
Menurut Aris, pembunuhan itu diduga dilatarbelakangi utang pribadi antara korban dengan pelaku. Sejauh ini, penyidik sudah memeriksa delapan orang saksi yang terdiri atas keluarga, rekan kerja dan teman bermain korban. Pemeriksaan saksi-saksi tersebut untuk memperdalam penyelidikan dan menambah keterangan supaya valid.
"Kami sudah memetakan beberapa orang yang kami duga sebagai pelaku. Namun, kami masih mengumpulkan bukti-buktinya," kata Aris.
Menurut Aris, jika melihat pekerjaan korban sebagai marketing bank, tidak menutup kemungkinan pelaku merupakan nasabah. Namun, tidak menutup kemungkinan pembunuhan itu terkait dengan utang pribadi. Tugas marketing yakni mencari nasabah dan bisa juga melakukan penagihan.
"Semua kemungkinan itu bisa terjadi. Kami tidak bisa gegabah dalam melakukan penyelidikan ini," ucap dia.
Mertua Yoga, Subarso, mengatakan, menantunya tersebut merupakan orang yang baik. Yoga belum lama menikah dengan putrinya dan sang putri sedang hamil tiga bulan.
Dia mengaku merasa curiga sejak Senin (19/11/2017) siang. Hal itu karena berdasarkan keberadaan ponsel, menantunya berada di sebuah lokasi sejak siang hari dan tidak bergerak.
"Saya sempat berpikir apa menantu saya disandera. Malam harinya saya mendatangi Polsek Weleri dan meminta bantuan mencari keberadaan menantu saya. Ternyata yang bersangkutan ditemukan meninggal di bekas rumah makan di sebelah timur SPBU Wonotenggang," tuturnya.
Editor: Kastolani Marzuki