PPDB Daring Hari Pertama di Jateng Banyak Dikomplain, Ganjar Sidak ke Disdikbud

Ahmad Antoni ยท Rabu, 17 Juni 2020 - 19:36:00 WIB
PPDB Daring Hari Pertama di Jateng Banyak Dikomplain, Ganjar Sidak ke Disdikbud
Gubernur Ganjar Pranowo saat sidak ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Rabu (17/6/2020). (Foto: Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id – Proses Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) daring hari pertama di Jawa Tengah (Jateng) diwarnai banyak komplain dan sempat terkendala server error. Kondisi itu membuat Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Rabu (17/6/2020).

Ganjar menjelaskan, ada beberapa faktor yang membuat server PPDB sempat sulit diakses. Pertama, karena kuota yang disediakan sebanyak 300.000 sudah habis pada pukul 10.30 WIB. Namun, masalah tersebut sudah teratasi setelah ada permintaan ke Kemendagri untuk penambahan kuota sampai 1 juta.

"Kedua, ini adalah hari pertama, ternyata image-nya masih cepat-cepatan seperti tahun lalu. Maka saya sampaikan jangan cepat-cepat, santai saja, waktunya masih ada. Kita sudah perbaiki sistem," kata Ganjar di Kantor Disdikbud Provinsi Jateng, Rabu (17/6/2020).

Ganjar juga meminta masyarakat tidak perlu khawatir. Pemprov Jateng segera memperbaiki kendala yang terjadi hari ini agar tidak terulang.

"Sebenarnya, publik tidak usah repot. Kita segera memperbaiki tadi. Kuota kita hari ini sampai satu juta, sudah dibuka tadi dan sekarang masih 500 ribuan," katanya.

Selain itu, komplain dari masyarakat yang banyak masuk terkait kartu keluarga (KK). Ganjar menuturkan aturan tahun ini untuk KK minimal satu tahun. Saat sidak di kantor Disdikbud Ganjar juga mendapati sejumlah orang tua yang berkonsultasi terkait KK tersebut. Hasilnya, ada yang baru enam bulan, 11 bulan, dan ada yang sudah lama tinggal di Kota Semarang tetapi baru menetap dan memiliki KK.

"Hampir banyak pertanyaan ke kami soal KK. KK ini satu modus, ingin dapat itu terus dititipkan. Saya ingatkan kalau memang sudah satu tahun, monggo. Tapi ada yang bilang sudah sejak kecil lho pak, tapi kita tidak sempat mikir KK, juga ada," kata Ganjar didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jumeri.

Ganjar kembali menegaskan terkait integritas dalam PPDB. Orang tua diminta jujur dan tidak berbohong dalam menginput data. Ini saatnya para orang tua mengajarkan integritas kepada anak, mulai dari proses pendaftaran sekolah.

"Silakan konsultasi, asal jangan bohong. Kalau bohong, nanti ketahuan, ada yang komplain dan kami verifikasi, maaf ya kami keluarkan. Jadi ini tidak hanya soal mencari sekolah, tetapi soal kita belajar berintegritas," katanya.

Dalam sidak tersebut, Ganjar juga mengingatkan kepada petugas Disdikbud untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang datang menyampaikan komplain dan konsultasi. Dia juga meminta kepada Kepala Disdikbud untuk menyediakan ruang khusus sesuai dengan protokol kesehatan.

Editor : Maria Christina