Profil Sudewo, Bupati Pati yang Terjaring OTT KPK
JAKARTA, iNews.id - Profil Sudewo, Bupati Pati yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) menarik diulas.
Sudewo sebelumnya sempat didemo masyarakat Pati terkait kebijakannya menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250 persen. Keputusan tersebut memicu protes keras dari warga dengan tuntutan pemakzulan.
Namun, Sudewo akhirnya luput dari pemakzulan setelah dalams idang paripurna DPRD Kabupaten Pati memutuskan tidak memberikan rekomendasi pemakzulan atau pemberhentian kepada Bupati Pati, Sudewo. Keputusan tersebut disampaikan dalam rapat paripurna yang digelar pada Jumat (31/10/2025).
Dari 49 anggota DPRD, sebanyak 36 anggota menyatakan tidak setuju dengan rekomendasi pemakzulan. Sementara, 13 anggota DPRD lainnya setuju Bupati Pati dimakzulkan.
Sementara, jika dihitung secara fraksi, hanya Fraksi PDI Perjuangan yang seluruh anggotanya menyatakan setuju rekomendasi pemakzulan. Selebihnya, hanya meminta Bupati Sudewo untuk melakukan perbaikan atas kebijakan yang diambil ke depannya.
"Dengan demikian rapat paripurna DPRD Kabupaten Pati pada hari ini, telah mendapatkan atau menyetujui menyatakan pendapat anggota DPRD Kabupaten Pati berupa rekomendasi atau perbaikan kinerja Bupati Pati untuk berikutnya," kata Ketua DPRD Pati, Ali Badrudin saat membacakan keputusan rapat.
Sudewo juga sebelumnya mondar-mandir ke Gedung KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan korupsi proyek jalur kereta api (KA) ganda.
Kini, Sudewo harus kembali berurusan dengan hukum setelah ditangkap KPK dalam operasi senyap di Kabupaten Pati. Berikut profil Sudewo, Bupati Pati yang ditangkap KPK.
Sudewo lahir di Kabupaten Pati pada 11 Oktober 1968 dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah negeri setempat. Ia kemudian melanjutkan studi ke jurusan Teknik Sipil Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, yang menjadi fondasi keilmuannya dalam bidang konstruksi dan pembangunan infrastruktur.

Gelar Magister Teknik yang diperolehnya dari Universitas Diponegoro (Undip) pada 2001 menguatkan kapasitasnya di bidang teknik, terutama dalam perencanaan dan pelaksanaan proyek pembangunan.
Karier profesionalnya dimulai di PT Jaya Konstruksi dan berlanjut di Departemen Pekerjaan Umum selama sepuluh tahun, di mana ia mengasah keahliannya dalam proyek pembangunan wilayah.
Setelah menggeluti bidang teknik dan birokrasi, Sudewo beralih ke dunia politik dan berhasil menjadi anggota DPR dari Partai Gerindra daerah pemilihan Jawa Tengah pada 2009-2014.
Setelah masa jabatan tersebut, ia vakum dan kemudian kembali terpilih pada periode 2019-2024.
Pada Pemilu 2024, meskipun terpilih kembali sebagai anggota DPR, Sudewo memilih jalur eksekutif dengan mencalonkan diri sebagai Bupati Pati dan resmi menjabat pada awal 2025.
Sebelumnya, KPK mengonfirmasi pihak yang diamankan dalam OTT di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, adalah Bupati Pati, Sudewo. Penangkapan dilakukan pada Senin (19/1/2026) dalam sebuah operasi senyap yang berlangsung di wilayah tersebut.
Kabar ini mengejutkan publik, mengingat Sudewo merupakan orang nomor satu di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menjelaskan, hingga Senin sore, Bupati Sudewo belum dibawa ke Gedung Merah Putih KPK di Jakarta. Untuk efektivitas waktu, tim penyidik melakukan pemeriksaan awal di wilayah tetangga.
"Benar, salah satu pihak yang diamankan adalah Saudara SDW (Sudewo). Saat ini, yang bersangkutan sedang dilakukan pemeriksaan secara intensif oleh tim di Polres Kudus," ujar Budi dalam keterangan resminya kepada wartawan.
Editor: Kastolani Marzuki