Puluhan Seniman di Grobogan Datangi Kantor Bupati Tuntut Izin Manggung

Rustaman Nusantara ยท Jumat, 07 Agustus 2020 - 10:00:00 WIB
Puluhan Seniman di Grobogan Datangi Kantor Bupati Tuntut Izin Manggung
Seniman di Grobogan menuntut izin pentas (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id - Puluhan seniman mendatangi kantor Bupati Grobogan, Jawa Tengah (Jateng), Jumat (7/8/2020). Mereka menuntut agar diberikan izin manggung kembali.

Beberapa perwakilan seniman Grobogan itu sempat memprotes kebijakan pemerintah daerah yang melarang pekerja seni untuk kembali berkreasi di panggung hiburan. Mereka merasakan ketidakadilan pemerintah dalam penerapan aturan dan kebijakan terkait protokol kesehatan di masa pandemi.

Saat audiensi di dalam kantor Wakil Bupati Grobogan, para seniman menginggung soal izin khusus mall atau swalayan yang beroperasi. Padahal mereka sudah tidak manggung selama hampir enam bulan, sehingga tidak bisa untuk menghidupi keluarga.

Mereka juga menunjukkan video amatir yang memperlihatkan petugas keamanan membubarkan sebuah pentas musik dangdut di wilayah Wirosari, Grobogan. Petugas membubarkan aksi panggung dengan alasan melanggar aturan protokol kesehatan yang telah ditetapkan.

Koordinator seniman Grobogan, Hardini mengatakan selama pandemi Covid-19, hampir 20.000 pelaku seni kini menganggur. Bahkan bantuan pemerintah hanya sekali mereka terima.

"Kami sudah lima bulan lebih enggak kerja, dari awal Maret. Selama enggak kerja ya nganggur," ucap Hardono.

Sekrtaris Daerah Grobogan Sumarsono yang didampingi gugus tugas Covid-19 menjelaskan, pemerintah mengizinkan mall dan swalayan buka karena dianggap sebagai pusat perekonomian. Dia pun emberikan peluang bagi para seniman untuk berkreasi kembali.

Mereka bisa manggung di desa-desa yang sudah masuk zona hijau atau kuning dan harus sesuai protokol kesejatan.

"Kami sepakati bahwa yang boleh melaksanakan pentas itu di wilayah zona kuning dengan protokol kesehatan," ucap Sumarsono.

Sumarsono menegaskan, jika kedapatan melanggar protokol kesehatan, maka akan dibubarkan. Kesepakatan antarpekerja seni dengan pemerintah daerah ini akan disampaikan dan dirapatkan lebih lanjut dengan bupati beberapa hari kedepan.


Editor : Nani Suherni