Raih IPK 3,92, Anak Buruh Tani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Kedokteran Unsoed

Kuntadi ยท Selasa, 10 Maret 2020 - 15:48 WIB
Raih IPK 3,92, Anak Buruh Tani Ini Jadi Wisudawan Terbaik Kedokteran Unsoed
Marhamdani (22) mahasiswa Fakultas Kedokteran Unsoed peraih IPK 3,92 (Foto: Unsoed/Alief Einstein)

PURWOKERTO, iNews.id – Keterbatasan biaya tak selamanya menghalangi seseorang untuk berprestasi tinggi. Anak buruh tani, Marhamdani, lulus Cum Laude dari Kedokteran Umum Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna, 3,92.

Dalam Wisuda Unsoed yang digelar di Auditorium Graha Widyatama, Selasa (10 /3/2020), Marhamdani dinobatkan sebagai salah satu wisudawan terbaik.

Marhamdani, yang berusia 22 tahun ini merupakan anak pertama dari dua bersaudara. Lahir dari pasangan buruh tani di Boyolali Jawa Tengah, Sumadi dan Ismiranti, awalnya Marham tidak berani mengambil kedokteran sebagai pilihan hidup.

"Semula, saya akan mengambil teknik karena saya tidak berani memilih kedokteran. Meskipun ada beasiswa, saya khawatir kuliah di kedokteran tetap membutuhkan biaya besar," ujar Marham di Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa (10/3/2020).

Namun, atas arahan guru SMA dan dengan adanya beasiswa Bidikmisi, Marham memberanikan diri memilih Fakultas Kedokteran Unsoed. Selama menempuh pendidikan S1, Marham menjalani dengan penuh kesungguhan. Dia mengayuh sepeda setiap hari ke kampus dan kembali ke tempat kos.

Di mata teman-temannya, Marham terkenal cerdas. Dia sering membantu teman-temannya jika membutuhkan penjelasan tentang mata kuliah.

"Saya sama sekali tidak memiliki kesulitan untuk berproses bersama teman-teman saya, terutama teman-teman seangkatan karena semua saling mendukung,” katanya.

Salah satu motivasi besar bagi Marham untuk menjadi seorang dokter adalah almarhumah ibunya.

"Ibu saya dulu sakit cukup lama. Ibu sempat bilang ingin anaknya menjadi dokter agar bisa membantu orang yang membutuhkan,” katanya.

Rupanya pesan itu menjadi penyemangatnya untuk terus gigih belajar dan meraih cita-cita. Marham menyelesaikan S1 Kedokteran dalam waktu 3,5 tahun.

Setelah ini dia akan menjalani pendidikan profesi dokter. Bila semua lancar, kurang dari dua tahun, Marham akan disumpah menjadi seorang dokter. “Setelah menjadi dokter, saya berencana kembali ke kampung halaman dan mengabdi di sana,” ujarnya.


Editor : Nani Suherni