Ratusan Warga di Boyolali Gelar Tradisi Nyadran Jelang Ramadan
BOYOLALI, iNews.id – Ratusan warga di Dusun Sepet, Desa Manggis, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali mengikuti tradisi nyadran. Mereka menggelar doa dan makan bersama di area makam.
Tradisi rutin dilakukan setiap bulan ruwah pada penanggalan Jawa. Warga doa bersama untuk keluarga yang telah meninggal dunia menjelang bulan Ramadan.
Warga sangat antusias dan datang berbondong-bondong memenuhi tempat pemakaman umum yang terletak di Dusun Sepet. Selain membawa tikar, warga juga membawa berbagai jenis makanan, seperti kue, buah buahan, jajanan pasar, dan makanan tradisional lainnya.
Setelah berkumpul dan doa bersama yang dipimpin tokoh agama setempat, warga saling tukar makanan yang dibawa dan dilanjutkan makan bersama.
Tradisi nyadran atau sadranan merupakan bentuk rasa syukur untuk menghormati leluhur. Kegiatan setahun sekali menjelang bulan Ramadan.
“Tradisi nyadran juga sebagai ajang silaturahmi. Sebab banyak warga dari luar daerah berdatangan, seperti Jakarta, Bandung dan Jawa Timur,” kata salah satu tokoh masyarakat, Wardaya, Rabu (15/3/2023).
Sebelumnya, warga juga melakukan tradisi besik atau membersihkan makam dan berdoa untuk para leluhur, orang tua, anak saudara dan kerabat yang telah meninggal agar diampuni segala dosa sewaktu masih hidup.
Editor: Ary Wahyu Wibowo