get app
inews
Aa Text
Read Next : Kronologi Pemuda Ngamuk Bacok 8 Orang di Grobogan, Dobrak Pintu Rumah Warga

Ratusan Warga Ricuh dan Anak Menangis Terjepit karena Berebut Gunungan

Kamis, 09 Agustus 2018 - 22:28:00 WIB
Ratusan Warga Ricuh dan Anak Menangis Terjepit karena Berebut Gunungan
Warga ricuh berebut hasil bumi di gunungan saat sedekah bumi di Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jateng. (Foto: iNews/Rustaman Nusantara)

GROBOGAN, iNews.id – Ratusan warga dari Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ricuh saat berebut gunungan di lokasi objek wisata alam Jatipohon, Desa Sumberjatipohon, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Kamis (9/8/2018). Beberapa anak menangis karena terjepit di tengah kerumunan warga.

Dari pantauan iNews, ratusan warga yang datang dari wilayah Grobogan maupun Pati terlihat tidak sabar menunggu. Mereka langsung menyerbu sebanyak 11 gunungan sebelum ulama menyelesaikan pembacaan doa.

Akibatnya, beberapa balita dalam gendongan orang tua menangis karena terjepit di tengah-tengah aksi warga yang berebut gunungan. Namun, para ibu tidak menghiraukan karena ikut rebutan hasil bumi di bawah gunungan.

Seluruh panitia dan peserta kirab yang mengusung gunungan berisi hasil bumi ini pun kewalahan untuk menghentikan aksi warga. Alhasil dalam waktu 15 menit, sebanyak 11 gunungan ludes diserbu warga. Suasana semakin tak terkendali ketika warga yang berada di atas gunungan melempari warga yang berada dibawah dengan hasil bumi.

Menurut Kepala Desa Sumberjatipohon, Eni Endarwati, tradisi sedekah bumi selalu dilaksanakan setiap tahun sekali di bulan Dzulhijah atau bulan apit dalam bahasa Jawa. Tradisi turun-temurun ini selalu diperingati sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat dan berkah yang melimpah dari Tuhan.

“Kegiatan ini menjadi persiapan masa tanam. Harapannya nanti setelah masa tanam, petani mendapat ridho dari Allah, panennya bisa melimpah, dan tidak ada hama,” kata Eni Endarwati.

Sedekah bumi ini juga dimeriahkan dengan munculnya liong dan budaya-budaya lokal lainnya. Beberapa warga rela mengais hasil bumi yang sudah kotor akibat terinjak-injak untuk dibawa pulang karena percaya mendapat berkah dalam hasil bumi tersebut.

Warga Desa Kayen, Pati, Sutrisno mengaku rela menempuh perjalanan selama satu jam untuk bisa mengikuti prosesi sedekah bumi karena ingin kebagian mendapatkan berkah. Seluruh buah dan sayuran itu dia bawa pulang. “Nanti dicuci dan dimasak. Sebagian lagi diberikan ke ternak supaya ternak saya bisa sehat dan berkembang biak dengan baik,” kata Sutrisno.

Sebelum dilakukan prosesi upacara adat, seluruh gunungan tersebut dikirab terlebih dahulu dari masing-masing dusun mengelilingi desa menuju objek wisata Jatipohon.

Editor: Maria Christina

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut