Rumah Karantina di Solo Akan Dibuka Lagi karena Kasus Covid-19 Melonjak

Agregasi Solopos ยท Senin, 20 Juli 2020 - 09:14 WIB
Rumah Karantina di Solo Akan Dibuka Lagi karena Kasus Covid-19 Melonjak
Dalem Joyokusuman, salah satu tempat karantina Covid-19 Solo. (Foto: Dok Solopos)

SOLO, iNews.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo berencana membuka kembali dua rumah karantina, yakni Dalem Joyokusuman dan Dalem Priyosuhartan. Pembukaan dua rumah karantina itu karena kasus Covid-19 di Solo kembali meroket.

Keduanya bakal difungsikan untuk merawat pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatik atau tanpa gejala. Pada Minggu (19/7/2020), kumulatif orang yang positif Covid-19 di Solo mencapai 190 orang. Dari jumlah itu, 140 orang di antaranya pasien aktif. Rinciannya, 73 orang menjalani karantina mandiri dan 63 orang lainnya dirawat inap di rumah sakit (RS).

Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan, sebagian pasien karantina mandiri terutama dari kalangan tenaga kesehatan (nakes). Mereka yang kondisi rumahnya tidak memungkinkan karantina mandiri, bisa dirawat di rumah karantina Covid-19 Solo.

“Ini sekaligus menyesuaikan Peraturan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang baru. Mereka yang asimtomatik tidak perlu dirawat di rumah sakit,” kata Ahyani, Minggu (19/7/2020) malam.

Ahyani menyampaikan kedua rumah karantina itu sebelumnya digunakan untuk orang dalam pemantauan (ODP) atau pemudik dari zona merah. Kemungkinan, rumah karantina bagi nakes dan masyarakat umum akan dipisah.

Jika nantinya sudah timbul gejala, Gugus Tugas akan memindahkan pasien Covid-19 dari rumah karantina Solo ke rumah sakit untuk dirawat. Kapasitas Dalem Joyokusuman mencapai 70 orang, sedangkan Dalem Priyosuhartan sekitar 40 orang.

“Senin (20/7/2020) akan kami matangkan bagaimana mekanismenya. Rumah karantina ini sekaligus untuk meringankan beban rumah sakit. Ya, jaga-jaga kalau nanti yang positif Covid-19 melonjak. Apalagi, kasus akhir-akhir ini pada nakes. Kalau nakesnya berkurang, bagaimana perawatannya nanti,” kata Ahyani.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Siti Wahyuningsih, menyebut wacana pembukaan kembali rumah karantina Covid-19 terus dimatangkan. Pemantauan pasien positif Covid-19 berbeda dengan ODP.

“Enggak bisa cuma memberi makan tiga kali sehari seperti dulu, tapi harus benar-benar diawasi. Kemudian, suplai nakes untuk mereka bagaimana, karena nakes kami tugasnya sudah banyak. Kami harus tracing, mengambil swab spesimen, dan sebagainya,” ucap Ning, sapaan akrabnya.


Editor : Nani Suherni