Rusak Ponpes dan Masjid, Polisi: Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa

Antara ยท Jumat, 22 Maret 2019 - 20:29 WIB
Rusak Ponpes dan Masjid, Polisi: Pelaku Diduga Alami Gangguan Jiwa
Ilustrasi perusakan. (Foto: Okezone).

BANYUMAS, iNews.id - Polisi akhirnya mengungkap kasus perusakan pondok pesantren (ponpes) dan masjid di Desa Buniayu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng). Pelaku diduga mengalami gangguan jiwa dan pernah ditolak belajar mengaji oleh tokoh agama setempat.

Pelaku bernama Rojikun alias Anal Musyafa (31), warga Desa Bumiagung, Kecamatan Rowokele, diamankan polisi pada Kamis (21/3/2019) malam.

"Motifnya karena ditolak belajar mengaji oleh Kiai Abdul Majid setelah dia dikeluarkan dari tempat mengaji asuhan Kiai Daelami," kata Kapolres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun, di sela prarekonstruksi kasus perusakan di Desa Buniayu, Kecamatan Tambak, Kabupaten Banyumas, Jateng, Jumat (22/3/2019).

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Bupati Banyumas Achmad Husein, Kepala Kejaksaan Negeri Banyumas R. Raharjo Yusuf Wibisono, dan Komandan Komando Distrik Militer 0701/Banyumas Letnan Kolonel Infanteri Candra.

Kepolisian akan berkoordinasi dengan RSUD Banyumas untuk memeriksa kondisi kejiwaan pelaku. Sebab, meski bicarannya sering melantur, dalam beberapa kesempatan dia masih bisa diajak fokus.

"Karena itu, kami masih bisa meminta keterangan dari yang bersangkutan," ujar dia.

Sebelumnya, perusakan dilakukan dengan menebang pohon-pohon di sekitar Pondok Pesantren Miftahul Falah. Selain itu, karung berisi padi milik warga yang rumahnya tidak jauh dari pondok pesantren pun turut menjadi sasaran.

Kemudian lantai dan bagian depan rumah tokoh agama dirusak serta sejumlah kitab di tempat pendidikan agama ditemukan di dalam sumur. Bahkan, karpet di Masjid Jami Daarussalam diacak-acak, dikotori, dan dibawa ke jalan.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal