Rusunawa Kebondalem Kendal Dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid 19 

Eddie Prayitno · Kamis, 09 April 2020 - 02:06:00 WIB
Rusunawa Kebondalem Kendal Dijadikan Rumah Sakit Darurat Covid 19 
Rusunawa Kebondalem Kendal akan dijadikan sebagai rumah sakit darurat corona. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

KENDAL, iNews.id  – Rumah susun sewa (Rusunawa) Kebondalem Kendal yang belum difungsikan akan dijadikan sebagai rumah sakit darurat penanganan pasien corona (Covid-19). Rusunawa tersebut kini sudah mulai diperbaiki di beberapa bagian dan dibuatkan pagar keliling.

Kepala Dinas PUPR Kendal, Sugiono mengatakan, Rusunawa Kebondalem memang disiapkansebagai rumah sakit darurat penanganan pasien corona. “Saat ini tengah dikerjakan dan ditargetkan dua pekan bisa selesai dan siap ditempati,” katanya, Rabu (8/4/2020).

RS Darurat Covid-19 Kendal disiapkan sebagai antisipasi jika nantinya pasien Covid-19 di Kendal membeludak dan rumah sakit rujukan sudah tidak mampu menampung banyak pasien. 

Dari lima lantai Rusunawa Kebondalem ada dua lantai  yang disiapkan sebagai ruang isolasi. “Seluruh kamar ada 38 unit. Dengan rincian 24 untuk pasien Covid-19 dan 14 unit sisanya  untuk tenaga medis,” kata Sugiono.

Selain itu, kata dia, disiapkan ruang pemeriksaan, seperti untuk ruang rontgen dan ruang sterilisasi. Ruang sterilisasi ini diperuntukkan untuk tenaga medis. “Jadi mereka setelah menangani pasien, sebelum masuk kamarnya masing-masing harus masuk ke Ruang sterilisasi untuk membersihkan diri dan mandi,” katanya.

Sehingga ketika pasien masuk ke kamar, sudah dalam kondisi bersih. Hal ini memang sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan covid-19 yang diminta dari pihak rumah sakit. 

Selain itu,dibangun pagar pembatas. Sebab Rusunawa ini terletak diantara dua bangunan rusunawa yang sudah ditempati warga. “Kami juga bangun area parkir, cuci tangan, pos keamanan, dan ram untuk untuk membawa pasien naik ke lantai dua,” ujarnya.

Pelaksana pekerjaan pembangunan RS Darurat Covid-19 Kendal, Ahmad Hanafi dari CV Cipta Rekayasa Abadi mengatakan, anggaran yang dikucurkan sebesar Rp2,4 miliar.

“Targetnya dua pekan bisa kami selesaikan. Saat ini progresnya sudah 50 persen lebih. Tinggal penataan area parkir dan gerbang keluar masuk,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki