Sebelum Bunuh Diri, Ibu yang Racuni 2 Anak di Wonogiri Tulis Surat Wasiat

Ahmad Subekhi, Ary Wahyu Wibowo ยท Kamis, 12 Desember 2019 - 23:00:00 WIB
Sebelum Bunuh Diri, Ibu yang Racuni 2 Anak di Wonogiri Tulis Surat Wasiat
Tim medis RSU Muhammadiyah Ponorogo merawat intensif ZIM, anak yang diracun ibunya. (Foto: iNews/Ahmad Subkhi)

WONOGIRI, iNews.id – Aksi nekat Winarsih mengakhiri hidup dengan menenggak racun bersama dua anaknya menggemparkan warga Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Wonogiri, Jateng, Kamis (12/12/2019).

Sebelum melakukan aksi nekatnya itu, Winarsih diketahui menulis surat wasiat. Setelah itu, Winarsih yang diduga mengalami depresi ini lalu minum racun hingga tewas. KD (8), anak kedua Winarsih juga ikut tewas. Sedangkan anak sulungnya, ZIM (10) selamat, namun kondisinya kritis dan masih dirawat intensif di rumah sakit.

Kapolsek Purwantoro, Iptu Aris Joko Narimo mengatakan, dari olah tempat kejadian perkara, polisi menemukan surat wasiat yang ditulis korban.

Dalam surat yang ditulis tangan, korban meminta dikubur jadi satu dan ditumpuk. Apabila tidak maka akan dihantui. Korban meninggal saat ini sudah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan. Sedangkan korban kritis masih dirawat di rumah sakit.

"Dari keterangan warga, korban (win) mulai mengalami depresi sejak 5 tahun lalu," kata Iptu Aris Joko Narimo.

Menurut Aris, selama ini, korban tinggal bertiga di rumah. Sedangkan suaminya kerja di Yogyakarta. “Mereka hanya bertiga di rumah itu. Suaminya tidak ada,” ucapnya.

Adik pelaku, Nuryanti mengaku tidak mengetahui persis aksi nekat kakaknya terhadap dua keponakannya itu. Namun, dia menduga Winarsih berbuat nekat meminum racun karena depresi ditinggal pergi suaminya yang menikah lagi dengan perempuan lain.

“Itu masalah rumah tangga. (Kakak saya) ditinggal nikah suaminya. Sudah lama ditelantarkan suaminya. Saya yang biayai anaknya,” katanya ditemui di RSI Muhammadiyah Ponorogo.

Tetangga korban, Gatut menuturkan, peristiwa tragis itu diketahui terjadi pukul 07.00 WIB. Saat itu, anak korban yang pertama ZIM berteriak-teriak minta tolong.

Warga kemudian mendatangi rumah Winarsih. Saat ditemukan, Winarsih dan KD sudah tersungkur lemah. Sementara ZIM anaknya yang pertama masih bisa bergerak.

“Anaknya minta bantuan ke rumah kakeknya teriak tolong-tolong, tapi sudah pusing. (Anak) yang kedua sudah tak sadar,” katanya.

Warga kemudian membawa ibu dan dua anak malang itu ke RSI Muhammadiyah, Ponorogo. Namun, Winarsih dan KD, anak keduanya meninggal dunai saat perjalanan. Sedangkan anak pertamanya, ZIM kondisinya kritis. Untuk mendapat perawatan lanjutan korban dirujuk ke RSUD Harjono, Ponorogo. 

Humas RSU Muhammadiyah Ponorogo, Fika Krisnawati mengatakan, hasil pemeriksaan awal tim medis menyebutkan kondisi pelaku dan anaknya meninggal karena menelan terlalu banyak racun.

Usai menjalani pemeriksaan medis, jenazah ibu dan anak keduanya itu dibawa pulang pihak keluarga ke rumah duka di Wonogiri, Jawa Tengah.


Editor : Kastolani Marzuki