Sebelum Jatuh dari Lantai 3 RSUD Demak, Pasien Covid-19 Sempat Kabur Lewat Pintu Depan

Sukmawijaya ยท Kamis, 16 Juli 2020 - 10:13 WIB
Sebelum Jatuh dari Lantai 3 RSUD Demak, Pasien Covid-19 Sempat Kabur Lewat Pintu Depan
Balkon lantai 3 RSUD Sunan Kalijogo, Demak, Jawa Tengah (Foto: iNews/Sukmawijaya)

DEMAK, iNews.id - Polres Demak, Jawa Tengah (Jateng), membeberkan kronologi pasien Covid-19 yang terjun dari lantai 3 RSUD Sunan Kalijogo. Diketahui, pasien tersebut sempat kabur lewat pintu depan. Aksinya gagal karena pintu depan dikunci petugas.

Kasat Reskrim Polres Demak AKP Moh Fahrurruzy mengatakan, hasil pemeriksaan memastikan, korban tidak bunuh diri tetapi terpeleset karena ingin kabur. Polisi pun telah menutup kasus tersebut.

Polres Demak sudah memeriksa tujuh saksi dari tenaga medis RSUD Sunan Kalijogo. Mereka dimintai keterangan terkait pasien dari bangsal Covid-19 yang terjun dari lantai tiga pada Rabu (9/7/2020) pekan lalu. Beberapa petugas medis yang jaga diperiksa secara bergantian.

Moh Fahrurruzy menuturkan, satu hari sebelum meninggal korban sempat berusaha kabur dari pintu depan. Namun, karena pintu terkunci korban tidak bisa kabur.

"Kata saksi, yang bersangkutan ingin kabur melewati pintu utama, namun terkunci," ujarnya, Kamis (16/7/2020).

Dari rekaman CCTV, terlihat upaya korban menerobos teralis jendela rumah sakit. Kondisi korban yang masih memakai sarung berusaha turun dari lantai 3, namun pada pukul 23.54 dia terjatuh.

"Pada saat manjat teralis balkon, kemudian ada keterbatasan langkah sehingga yang bersangkutan tergelincir hingga akhirnya jatuh," ujarnya.

Moh Fahrurruzy menyebut kasus ini, tidak ada indikasi korban bunuh diri. Korban berinisial M (37), warga Desa Kedungori, Kecamatan Dempet, Demak itu diduga depresi sehingga ingin kabur. Hasil tes swab pada hari Senin (13/7/2020) menyebutkan korban positif Covid-19.

Wakil Bupati Demak, Joko Sutanto mengharapkan kasus serupa tidak terulang kembali. Dia meminta rumah sakit untuk meningkatkan pengawasan lebih ketat.

"Saya harap rumah sakit mengawasi pasiennya, sehingga tidak terjadi lagi," ucapnya.

Dia memastikan akan mengevaluasi kasus ini. Namun, hingga kini belum ada teguran kepada rumah sakit.


Editor : Nani Suherni