Sebulan Tak Kerja, Tukang Batu di Rembang Ini Merasa Tak Berhak Terima BLT

Musyafa ยท Sabtu, 30 Mei 2020 - 15:24 WIB
Sebulan Tak Kerja, Tukang Batu di Rembang Ini Merasa Tak Berhak Terima BLT
Saronto, tukang batu di Desa Kumendang, Kabupaten Rembang yang menolak BLT. Sabtu (13

REMBANG, iNews.id - Lima warga Desa Kumendung di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah mundur dari daftar penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT). Kelima warga itu merasa ada yang lebih membutuhkan bantuan tersebut.

Penolakan BLT itu terjadi saat Kepala Desa Kumendung membagian BLT kepada 133 kepala keluarga (KK) di Balai Desa Kumendung, Sabtu (30/5/2020).

Kelima warga ini tergolong ekonomi lemah. Nama mereka masuk dalam daftar KK penerima BLT dari pemerintah, namun mengundurkan diri sebagai penerima.

Kelimanya juga menandatangani surat pernyataan yang menyatakan tidak akan menuntut pembagian BLT di kemudian hari.

Kepala Desa Kumendang, Dwi Handayani terkejut dengan keputusan lima warganya yang menolak menerima BLT ini. Padahal, kelimanya bukan golongan ekonomi mampu dan termasuk terdampak Covid-19. Dia mengaku terenyuh dengan sikap legowo kelima warganya.

"Keputusan ini diharapkan menginspirasi warga lainnya agar bantuan dari pemerintah ini bisa tepat sasaran," katanya.

Salah seorang yang menolak menerima BLT sebesar Rp200.000 per bulan itu, yakni Saronto. Sehari-hari, Saronto bekerja sebagai tukang batu. Kendati demikian, dia merasa tak berhak atas BLT.

Saronto mengaku, sudah sebulan terakhir berkurang penghasilannya karena dampak pandemi Covid-19. Tapi dia merasa bersyukur dengan kehidupan yang dijalani saat ini.
Karena itu dia merasa ada yang lebih membutuhkan BLT itu dibanding keluarganya.

"Sebulan juga libur niki. Nggak menerima bantuan bukan bermaksud gemede (sombong)," tuturnya.

Selain Saronto, warga Desa Kumendung lain yang menolak BLT yaitu Nursalam.

Nursalam juga mundur dari penerima BLT dengan penuh kesadaran. Dia tak menyalahkan petugas, dan menitipkan BLT yang dia terima kepada petugas untuk diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

"Biar hak saya titipkan kepada petugas untuk diberikan kepada yang lebih berhak ketimbang saya," ucapnya.


Editor : Reza Yunanto