Sedih 4 Kucingnya Ditembak Orang, Gadis di Karanganyar Lapor Polisi

Agregasi Solopos ยท Kamis, 17 September 2020 - 09:41 WIB
Sedih 4 Kucingnya Ditembak Orang, Gadis di Karanganyar Lapor Polisi
Warga Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Annisa, membawa kucing peliharaannya, Kuki, yang ditembak oleh tetangganya pada bagian kaki. Dia melapor ke Polres Karanganyar pada Rabu (16/9/2020). (Foto: Solopos/Sri Sumi Handayani)

KARANGANYAR, iNews.id - Warga Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar bernama Annisa (22) didampingi penasihat hukum dari Peradi Solo, M Badrus Zaman, melaporkan kasus penembakan ke Satreskrim Polres Karanganyar, Rabu (16/9/2020). Bukan dia yang terluka, Anissa melaporkan kasus penembakan atas 4 ekor kucingnya.

Annisa juga didampingi komunitas Rumah Difabel Meong Solo saat melapor ke Mapolres Karanganyar. Gadis berkerudung itu terbata-bata saat menjelaskan tujuannya datang ke ke kantor polisi.

Dia menceritakan, memiliki delapan ekor kucing di rumah. Dari delapan ekor itu, empat di antaranya mengalami luka tembak. Bahkan, satu di antara empat kucing yang mengalami luka tembak itu mati.

"Saya punya delapan ekor kucing. Empat ekor ditembak. Itu namanya Neon, Pici, Piko, dan Kuki. Piko mati. Itu satu keluarga (induk dan anak). Kalau kejadiannya (penembakan) itu sejak empat bulan terakhir ini," kata Nisa, sapaan akrabnya, saat berbincang dengan wartawan di Mapolres Karanganyar, Rabu (16/9/2020).

Pelaku penembakan diduga tetangga dekat rumahnya. Menurut Nisa, tetangganya itu memiliki senapan angin. Dia mengakui bahwa kucing miliknya itu bermain ke pekarangan rumah tetangga.

"Tetangga memang pelihara burung. Kucing saya main ke halaman pekarangan. Tetapi tidak pernah menerkam burung tetangga. Saya tidak tahu kenapa (kucing saya) ditembak," ujarnya.

Nisa juga memastikan bahwa kucingnya tidak buang air besar sembarangan di pekarangan rumah tetangga. Dia menduga tetangganya nekat menembak kucing-kucingnya karena khawatir menerkam burung peliharaan.

"Bisa jadi karena burung peliharaan itu. Dia (tetangga pemilik kucing) pernah memperingatkan saya kalau kucing saya main ke rumah dia akan ditembak. Yang mati itu enggak langsung mati. Dia sempat pulang dulu ke rumah lalu mati," ujarnya.

Kejadian penembakan kali terakhir terjadi pada Minggu (13/9/2020). Satu kucingnya yang bernama Kuki bermain ke pekarangan rumah tetangga. Saat pulang, dia melihat kaki Kuki tertembak.

Nisa membawa Kuki ke dokter hewan dan dilakukan foto rontgen. Peluru masih bersarang di kaki kucing usia enam bulan itu.

"Harus dioperasi. Rencana ke DIY supaya cepat ditangani," katanya.

Kondisi dua kucing Nisa lainnya, Neon dan Pici, yang pernah tertembak peluru dari senapan angin sudah bisa beraktivitas normal. Penasihat Hukum dari Peradi Solo, M Badrus Zaman, mengaku prihatin terhadap kejadian itu. Bahkan, dia menyebut Soloraya darurat penembakan kucing.

"Dalam kurun waktu delapan bulan itu di Soloraya ini ada delapan ekor kucing ditembak. Kok setiap bulan satu kucing. Ini kami lapor ke polisi," ucap Badrus.

"Kami ingin menggunakan Pasal 302 tentang penganiayaan hewan. Ancaman hukuman tiga bulan," katanya lagi.

Dia mengakui bahwa belum semua masyarakat tahu tentang pasal tersebut. Bahkan, polisi pun belum tentu menerima laporan tentang penganiayaan hewan. Badrus berharap masyarakat semakin peduli terhadap kehidupan hewan.

"Kadang masyarakat tidak peduli dan polisi jarang menerima laporan. Ini biar masyarakat perhatian dan tahu kalau menganiaya hewan itu ada sanksi. Ini bentuk kepedulian Peradi terhadap komunitas hewan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Datangi Polres Karanganyar, Annisa Lapor Empat Kucingnya Ditembak Pakai Senapa Angin"


Editor : Nani Suherni