Hikmah

Selain Menyehatkan, Berenang juga Dianjurkan Rasulullah

Kastolani ยท Sabtu, 04 Januari 2020 - 06:30 WIB
Selain Menyehatkan, Berenang juga Dianjurkan Rasulullah
Olahraga berenang selain menyehatkan badan juga dianjurkan Rasulullah. (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Akhir pekan tiba. Saatnya memanjakan diri dengan santai untuk merileksasi tubuh setelah sepekan sibuk beraktivitas.

Salah satu cara mengisi libur akhir pekan yakni dengan olahraga berenang. Selain menyehatkan badan, berenang juga dianjurkan Rasulullah.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,: "Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).

Direktur Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat menjelaskan, kalau diperhatikan teks hadits di atas, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia, sebagaimana beberapa perbuatan lainnya. Hanya, Rasulullah Saw tidak secara langsung memerintahkan, apalagi mencontohkan dalam bentuk perbuatan.

Umar bin Al-Khattab berkata: "Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda".

Dengan dalil-dalil di atas, umumnya para ulama sampai kepada kesimpulan bahwa pada dasarnya hukum berenang adalah sesuatu yang mubah, bukan termasuk sunnah apalagi kewajiban.

Namun hukum mubah ini masih tergantung kepada tujuan dan tata caranya. Bila tujuan dan tata caranya sesuai dengan ketentuan syariah, hukumnya bisa menjadi mustahab atau sunnah. Sebaliknya bila tujuan atau tata cara yang dipakai bertentangan atau berseberangan dengan ketentuan syariah, hukumnya bisa berubah menjadi makruh, bahkan sampai ke tingkat haram.

Agar berenang tidak menyalahi ketentuan syariat, maka harus dijaga agar jangan sampai sesuatu yang hukum dasarnya halal, kemudian berubah menjadi haram, karena di dalamnya ternyata terdapat unsur-unsur yang bertentangan dengan syariat.

1. Diutamakan Sejak Kecil

Belajar berenang diutamakan sudah dilakukan sejak usia masih kecil. Setidaknya ada dua alasan yang melatar-belakanginya.

Alasan pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan di usia dini. Maka nasehat Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil sudah sangat tepat.

Alasan kedua, anak yang masih kecil belum lagi terikat dengan aturan masalah membuka aurat serta keharusan menjaga pandangan. 

2. Menutup Aurat

Meskipun renang, namun urusan menutup aurat tetap merupakan kewajiban yang tidak ada keringanannya. Sebab tidak ada unsur darurat dalam olahraga renang.

Aurat laki-laki tetap harus ditutup saat berenang. Dan kita sudah tahu batasnya yaitu antara pusat (puser) dan lutut.

Sedangkan aurat seorang wanita dengan sesama wanita berbeda dengan aurat wanita di depan laki-laki yang ajnabi (asing) dan bukan mahram. Sesama wanita boleh terlihat bagian-bagian tubuh tertentu seperti rambut, tangan dan kaki. 

Wallahu A'lam Bishshawab.


Editor : Kastolani Marzuki