Selidiki Kasus Bocah Keracunan Cokelat, Polisi Akan Autopsi Korban

Suryono Sukarno ยท Jumat, 26 April 2019 - 02:12 WIB
Selidiki Kasus Bocah Keracunan Cokelat, Polisi Akan Autopsi Korban
Biskuit cokelat merek Mermaid yang diduga menyebabkan keracunan hingga menewaskan seorang boach diamankan petugas Polresta Pekalongan, Jateng. (Foto: iNews.id/Suryono)

PEKALONGAN, iNews.id - Penyidik Polresta Pekalongan masih menyelidiki kasus keracunan biskuit cokelat merek Mermaid yang menewaskan satu bocah dan satu lainnya dirawat di rumah sakit.

Polisi saat ini sudah mengamankan sisa biskuit coklat untuk dijadikan barang bukti. Sisa biskuit cokelat tersebut juga akan dibawa ke laboratorium.

Wakil Kepala Polres Pekalongan Kota, Kompol I Wayan Tudy mengatakan, cokelat merek Mermaid yang diduga menyebabkan keracunan kini sudah diamankan. “Barang bukti cokelat Mermaid kita amankan dan akan dibawa ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk memastikan kandungannya,” katanya, Kamis (25/4/2019).

I Wayan menambahkan, sejumlah saksi sudah dimintai keterangan terkait kasus dugaan keracunan yang menimbulkan korban jiwa. “Korban meninggal juga akan diautopsi untuk memastikan penyebab meninggalnya korban,” katanya.

Diketahui, satu bocah tewas dan seorang lainnya harus dirawat intensif di rumah sakit Kota Pekalongan diduga keracunan setelah mengonsumi cokelat merek Mermaid.

Korban tewas yakni Jesika Putri (5) warga Panjang Wetan Gang I, Kecamatan Pekalongan Utara. Jenazah korban sudah dimakamkan pihak keluarga, Kamis (25/4/2019) sore.

Sedangkan korban lainnya, Nur Syafia Rahma (5) yang merupakan tetangga korban saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Budi Rahayu.

Taufik, ayah Jesika menyebutkan, putrinya membeli cokelat di warung. Setelah itu, Jesika memakan coklat dan tak lama kemudian mulai mersakan mual, muntah dan pusing kepala.

“Setelah makan cokelat mermaid, anak saya mual, muntah dan pusing. Lalu, saya bawa anak saya ke puskesmas dan kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Bendan. Namun kondisinya semakin drop sehingga jiwanya tidak tertolong,” kata Taufik.

Dia berharap polisi bisa secepatnya mengusut keracunan yang menyebabkan putri ketiganya meninggal dunia.


Editor : Kastolani Marzuki