Sempat Ditutup, Jalan Desa di Tanon Sragen yang Ditembok Akhirnya Dibongkar

Joko Piroso ยท Selasa, 04 Agustus 2020 - 23:45 WIB
Sempat Ditutup, Jalan Desa di Tanon Sragen yang Ditembok Akhirnya Dibongkar
Petugas bersama jajaran pemerintahan Desa Gading, Tanon, Sragen mengecek tembok yang dibangun di atas jalan desa. (Foto: iNews/Joko Piroso)

SRAGEN, iNews.id - Aksi seorang warga di Desa Gading, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen nekat membangun tembok herbel di tengah jalan. Akibat aksinya itu, puluhan warga tidak bisa melintas dan harus memutar arah.

Penutupan jalan dengan membangun tembok herbel itu sontak viral di media sosial.

Warga Desa Gading, Rebin mengatakan, dampak dari penutupan jalan tersebut membuat 10 kepala keluarga (KK) yang ada di seberang tembok tak bisa melintas. “Untuk bisa keluar, ya harus memutar ke jalan utama sekitar 500 meter,” katanya, Selasa (4/8/2020).

Namun, kata dia, setelah adanya mediasi di tingkat muspika tembok yang menutup akses jalan akhirnya dibongkar.

Menurut Rebin, pembongkaran tembok sempat diwarnai negosiasi alot karena pemilik lahan menolak tembok yang dibangun untuk menutup jalan dibongkar.

“Tapi, akhirnya pemilik pekarangan setuju untuk memberikan satu meter lahannya sebagai akses jalan bagi warga,” ujarnya.

Kepala Desa Gading, Puryanto mengatakan, jajarannya telah melakukan upaya mediasi dengan memanggil pihak terkait ke balai desa.

“Dalam mediasi ini, akhirnya muncul kesepakatan untuk membongkar tembok yang menutup jalan tersebut. Setelah kita pertemukan dengan muspika tadi, sertifikat (tanah) dua-duanya kita pertemukan ada gambar jalan. Satu meter diambilkan dari lahan Pawiro dan satu meter dari lahan Parno. Jadi total lebar jalan jadi dua meter,” katanya.

Saat pembongkaran tembok itu sempat terjadi ketegangan antara ahli waris Topawiro, Sonem dengan warga.

Menurut Puryanto, keluarga Mbah Sonem bersikukuh membangun tembok itu karena jalan tersebut masuk di lahan warisan ayahnya.


Editor : Kastolani Marzuki