Sepeda Motor Jadi Hambatan New Normal di Indonesia

Taufik Budi ยท Rabu, 27 Mei 2020 - 12:15 WIB
Sepeda Motor Jadi Hambatan New Normal di Indonesia
Penampakan pemudik motor dari Jakarta tiba di jalur Pantura Cirebon (Foto: iNews/Miftahudin).

SEMARANG, iNews.id - Sepeda motor sebagai moda transportasi dinilai menghambat penerapan new normal. Hal ini berkaitan dengan kebijakan industri sepeda motor yang menjamur di Indonesia.

"Sepeda motor merupakan kendala bagi Indonesia untuk menciptakan kehidupan bermobilitas baru, yakni mengistimewakan penggunaan transportasi umum yang ditopang keberadaan jalur sepeda dan fasilitas pejalan kaki untuk pergerakan jarak pendek,” kata pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, Rabu (27/5/2020).

“Kebijakan sepeda motor di Indonesia selama ini harus dievaluasi dan dikaji ulang,” ucapnya lagi.

Menurutnya, banyak negara yang tak merekomendasikan sepeda motor untuk mobilisasi warga terutama untuk jarak jauh. Sepeda motor dinilai hanya cocok digunakan untuk mobilisasi jarak menengah, agar penggunanya tak terlalu lelah.

“Kebijakan menetapkan batas kapasitas isi silinder kurang dari 80 cc dan di atas 200 cc mungkin lebih bijak. Jika kapasitas sepeda motor masih seperti sekarang tanpa batas dan pemerintah tidak mengontrol ketat, niscaya akan selalu mengganggu setiap kebijakan pemerintah dalam hal mengelola transportasi,” katanya.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat itu menambahkan, polisi sudah maksimal melakukan penyekatan di jalan raya untuk mencegah warga yang mudik atau balik menggunakan kendaraan bermotor. Tapi, jumlah pemudik motor yang melewati jalur tikus tidak bisa dibendung.

“Namun, ikhtiar warga untuk memaksa mudik menggunakan sepeda motor memang tidak dapat dibendung melalui jalan-jalan tikus. Tidak taat aturan dan tidak membawa surat keterangan sehat,” ujarnya.


Editor : Nani Suherni