Siswa SMP 3 Bantul Deklarasi Anti-Klitih, Kasek: Siswa Melanggar Akan Disanksi

Kuntadi · Rabu, 05 Februari 2020 - 22:00:00 WIB
Siswa SMP 3 Bantul Deklarasi Anti-Klitih, Kasek: Siswa Melanggar Akan Disanksi
Siswa SMP 3 Banguntapan, Bantul menandatangani deklarasi antiklitih, Rabu (5/2/2020). (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BANTUL, iNews.id – Seluruh siswa SMPN 3 Banguntapan, Bantul melakukan deklarasi antiklitih dalam apel di halaman sekolah, Rabu (5/2/2020). Mereka menyatakan antigenk, antitawuran, antipornografi dan pornoaksi, serta antikekerasan dan bullying.

Kepala SMP 3 Banguntapan, Kartini mengatakan, deklarasi tersebut didasari keprihatinan dengan banyaknya aksi klitih yang dilakukan kalangan pelajar.

Sebelum deklarasi, kata dia, sekolah telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Baik dengan Dinas Pendidikan, wali siswa maupun dengan muspika. Semuanya mendukung aksi ini, agar anak-anak lebih sadar tugasnya seagai pelajar. “Bagi siswa yang melanggar nantinya akan dikenai sanksi,” katanya.  

Deklarasi ini juga disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bantul Isdarmoko, Camat Banguntapan, Fauzan Mu’arifin, Komite sekolah dan wali siswa. Di hadapan tamu undangan ini, sebanya 635 membacakan ikrar dan menandatangani petisi.

“Ini bisa menjadi pilot project dan bisa ditiru di sekolah lain. Deklarasi  adalah sebuah gerakan positif dan diharapkan bisa dilakukan seluruh Bantul, bahkan DIY,” kata Isdarmoko.

Dia mengaku malu dengan adanya aksi klitih yang mencoreng citra DI Yogyakarta sebagai Kota Pendidikan dan Kota Budaya yang dikenal santun. Bagi siswa yang terlibat, harus diberikan pembinaan oleh keluarga. Sedangkan yang dijerat dengan hukum tetap harus diproses tanpa mengesampingkan hak-hak sebagai anak. “Anak-anak butuh pendampingan, agar menjadi generasi yang diharapkan,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki