Sosok Wasmad Edi, Wakil Ketua DPRD Tegal yang Nekat Gelar Dangdutan saat Pandemi

Riezky Maulana ยท Sabtu, 26 September 2020 - 21:09 WIB
Sosok Wasmad Edi, Wakil Ketua DPRD Tegal yang Nekat Gelar Dangdutan saat Pandemi
Wakil Ketua DPRD Kota Tegal, Jawa Tengah, Wasmad Edi Susilo meminta maaf atas kekhilafannya menggelar hajatan dengan hiburan konser dangdut yang mengundang kerumunan warga (Foto: iNews/Yunibar)

JAKARTA, iNews.id - Wakil Ketua DPRD Kota Tegal Wasmad Edi Susilo dikecam publik karena nekat menggelar pentas dangdut di tengah pandemi Covid-19. Hajatan itu bukan hanya bertentangan dengan imbauan pemerintah, namun membuka peluang terciptanya penyebaran virus karena memunculkan kerumunan massa.

Wasmad telah meminta maaf atas kejadian tersebut. Namun, permintaan maaf itu bisa jadi tidak akan menghilangkan ancaman pidana. Polisi sedang mendalami peristiwa ini.

“Polisi telah melakukan pemeriksaan terhadap 10 orang saksi dan terlapor Wasmad Edi Susilo (Wakil Ketua DPRD Tegal),” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono, Sabtu (25/9/2020).

Wasmad merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kota Tegal. Pada musyawarah daerah yang berlangsung Juli lalu, dia kembali terpilih untuk menakhodai partai berlambang Pohon Beringin tersebut periode 2021-2025.

Pada Pemilu Legislatif 2019, Golkar meraih lima kursi di DPRD Kota Tegal. Wasmad termasuk di dalamnya. Politikus yang kerap disapa WES itu bahkan didapuk sebagai wakil ketua DPRD.

Wasmad berdalih acara dangdutan di Lapangan Tegal Selatan yang viral di media sosial telah dirancangnya sejak tahun lalu atau sebelum ada pandemi Covid-19. Pria kelahiran 8 September 1969 ini juga mengaku telah mengantongi izin keramaian.

Ironisnya, Wasmad sebelumnya termasuk politikus yang getol menyuarakan agar protokol kesehatan dilakukan ketat untuk mencegah penularan virus corona. Ini seperti dilakukan jelang mudik Idul Fitri. Dia meminta agar pergerakan pemudik diantisipasi oleh Pemkot Tegal.

“Pemkot tidak boleh lamban mengantisipasi penyebaran virus corona yang berpotensi masuk Kota Tegal. Pencegahan harus dilakukan mulai terminal hingga stasiun,” katanya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Sayangnya, dorongan untuk mengantisipasi penyebaran virus itu tak dilakukannya. Wasmad tetap menggelar dangdutan meski mengaku telah menjalankan protokol kesehatan.

Kenyataaannya, acara itu dijubeli penonton. Bahkan banyak warga tak mengenakan masker. Polisi tak tinggal diam. Sejumlah orang diperiksa termasuk Wasmad.

Menurut Argo, Polri mengusut LP bernomor LP/A/91 / IX/2020/Jateng /Res Tegal Kota tertanggal 25 September 2020 atas dugaan pelanggaran Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan Pasal 216 KUHP.


Editor : Zen Teguh