SPP SMA-SMK di Jateng Gratis, Ganjar Pranowo: Yang Sudah Bayar Harus Dikembalikan

Kastolani · Selasa, 07 Januari 2020 - 21:08:00 WIB
SPP SMA-SMK di Jateng Gratis, Ganjar Pranowo: Yang Sudah Bayar Harus Dikembalikan
Siswa SMA mengerjakan naskah soal ujian nasional. Mulai Januari 2020, SPP SMA-SMK di Jateng digratiskan. (Foto: Antara)

SEMARANG, iNews.idPemprov Jateng mulai Januari 2020 menggratiskan biaya SPP bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri di Jawa Tengah. Siswa yang terlanjur membayar SPP hingga Juni 2020 berhak mendapatkan pengembalian dari sekolah. 

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, semua kepala sekolah telah diberi sosialisi terkait program tersebut.

"SPP gratis kami mulai tahun ini, kalau ada yang sudah terlanjur membayar full, maka kepala sekolah harus kembalikan,” kata Ganjar di sela-sela kunjungan kerja di Pekalongan, Selasa (7/1/2020).

Ganjar juga meminta kepada kepala sekolah, dinas pendidikan dan komite sekolah untuk menyosialisasikan kebijakan baru tersebut. Mereka semua diminta transparan dan tidak bermain anggaran apalagi berani melakukan korupsi.

“Karena sekarang siswanya ikut mengawasi. Siswa saya dorong menjadi agen-agen antikorupsi di sekolah," ujar Ganjar.

Ganjar juga meminta agar sekolah mengurangi jumlah pungutan kepada siswa. Segala bentuk pungutan harus diketahui orang tua siswa dan harus disepakati bersama.

"Yang benar-benar miskin, dilarang dimintai pungutan apapun. Saya minta ini dilaksanakan dengan baik," kata Ganjar.

BACA JUGA: Kabar Gembira, Pemprov Jateng Gratiskan Biaya SMA/SMK Negeri Mulai 2020

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jateng Jumeri menambahkan, dengan adanya program SPP gratis itu, pihak sekolah harus mengubah Rencana Kerja dan Anggaran Sekolah (RKAS). Jika sebelumnya RKAS dibuat sesuai tahun ajaran baru selama satu tahun, maka untuk tahun ini RKAS dibuat hanya enam bulan, yakni mulai Januari hingga Juli 2020.

“Kami sudah mengirim surat edaran ke seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK/SLB negeri terkait hal itu. Kami juga sudah melakukan sosialisasi secara intensif,” kata dia.

Seluruh kepala sekolah, lanjut dia juga wajib mengembalikan pembayaran SPP yang terlanjur dilunasi oleh siswa. Apabila tidak dikembalikan secara utuh, maka akan ada sanksi tegas yang diberikan.

“Kalau tidak dikembalikan, pasti kami ambil tindakan. Karena program SPP gratis ini bertujuan untuk meningkatkan angka partisipasi siswa, mengurangi drop out dan mengurangi kemiskinan di Jawa Tengah,” kata Jumeri.

Terkait pungutan, Jumeri akan melakukan pengawasan secara intensif. Saat ini, sekolah tidak boleh mengambil pungutan tanpa seizin Dinas Pendidikan atau cabang dinas.

“Pungutan harus selektif dan harus seizin kami. Akan kami lihat urgensi pungutan itu. Pungutan juga harus transparan, sukarela dan tidak memaksa. Kepada siswa yang benar-benar tidak mampu, harus dibebaskan dari segala bentuk pungutan,” kata Jumeri.

Sebelumnya diberitakan, Pemprov Jawa Tengah menggratiskan biaya pendidikan bagi siswa SMA/SMK/SLB negeri mulai 2020. Anggaran sebesar Rp860,4 miliar telah disiapkan untuk menyukseskan program itu.

Pemprov Jateng juga memberikan subsidi kepada sekolah-sekolah swasta berupa bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) besesar Rp 123,85 miliar. Bosda untuk MA negeri dan swasta juga disiapkan sebesar Rp26,5 miliar.

Editor : Kastolani Marzuki

Bagikan Artikel: