Sri Mulyani Beri Strategi ke Ganjar Pranowo untuk Pertumbuhan Ekonomi Jateng

Nani Suherni ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 19:45 WIB
Sri Mulyani Beri Strategi ke Ganjar Pranowo untuk Pertumbuhan Ekonomi Jateng
Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo (Foto: Dokumen Humas Pemprov Jateng)

SEMARANG, iNews.id - Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati berbagi strategi untuk pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah (Jateng). Langkah strategis itu pun disampaikan ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat (14/2/2020).

Sri Mulyani mengakui komposisi Jateng untuk industri manufaktur dan ekspor lebih tinggi dari nasional. Namun, hal itu belum cukup untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi. Dia menjelaskan, 60 persen lebih Produk Domestik Bruto (PDB) Jateng untuk konsumsi rumah tangga. Dimana mayoritas daya beli penduduknya di luar daerah. Hal tersebut ungkapnya bisa menjadi peluang bagi Jateng.

"Sehingga ada beberapa faktor yang sangat potensial untuk bisa meningkatkan kemampuan di dalam Jawa Tengah," ujarnya, dalam Rapat Koordinasi Menkeu Terkait Arahan Kebijakan dan Strategi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Jateng tujuh persen pada Tahun 2023, Jumat (14/2/2020).

Dia menjabarkan, Jateng bisa meningkatkan industri pariwisata. Sri Mulyani mencontohkan, Candi Borobudur sudah dideklarasikan sebagai destinasi yang dapat menjadi link dengan ekonomi daerah.

"Saya sampaikan kepada Pak Ganjar dan tim jangan kehabisan ide," katanya.

Sementara, sektor industri manufaktur perlu ditingkatkan untuk mendorong ekonomi Jateng. Selain itu, dia juga menyoroti indutri kreatif di Jateng yang berpotensi luar biasa.

"Kami siap membantu industri manufaktur yang di Jateng. Seperti Kendal dan lainnya itu harus dibuat semacam percontohan bahwa itu kawasan industri yang bagus, untuk meningkatkan minat investasi," ucapnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menuturkan, penyampaian Menteri Keuangan tersebut menegaskan Pemprov Jateng jangan terfokus pembangunan dari APBD saja.

"Iya itu disampaikan ada banyak instrumen pemerintah bisa dipakai. Sebenarnya Bu Menteri itu, jangan hanya bersumber dari APBD," ujar Ganjar dilansir dari situs resmi Pemoprov Jateng, Jumat (14/2/2020).


Editor : Nani Suherni