Stok 17 Masker untuk Kerja, Karyawan di Kudus Dapat Uang Rp500.000 dari Ganjar

Ahmad Antoni ยท Rabu, 01 Juli 2020 - 16:45:00 WIB
Stok 17 Masker untuk Kerja, Karyawan di Kudus Dapat Uang Rp500.000 dari Ganjar
Gubernur Ganjar Pranowo melihat aktifitas produksi di pabrik PT Norojono Tobacco International, Rabu (1/7/2020). (Foto: Dok Humas Pemprov Jateng)

KUDUS, iNews.id - Selama masa pandemi Covid-19 sejumlah masyarakat telah mempersiapkan masker untuk aktivitas sehari-hari. Bahkan, di antara mereka ada yang menyiapkan hingga belasan masker saat bekerja. Salah satunya karyawan PT Norojono Kudus, Endang Murwati (46).

Endang ketika mengaku selalu membawa bekal tiga sampai lima masker. Setiap beberapa jam sekali, dia mengatakan selalu mengganti masker kain yang dia kenakan. Wajar saja, karena masker yang Endang memiliki ada 17 buah. Delapan masker hasil dari pemberian tempatnya bekerja, sisanya dia beli sendiri dan sebagian diberi orang.

Di tempat dia bekerja, Endang mengatakan telah dilakukan penataan sudah sekitar tiga bulan. Antartempat duduk pekerja di beri jarak plus dipasang pembatas dengan plastik.

Selain wajib mengenakan masker, sebelum masuk ke ruang kerja, pekerja dicek suhu tubuhnya dan cuci tangan. Semua tata cara bekerja itu, Endang jelaskan dengan gamblang kepada Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengecek penerapan new normal di pabrik tersebut, Rabu (6/1/2020).

"Kalau tidak pakai masker disuruh pulang Pak. Saya punya kalau gak 16 ya 17 masker pak," kata Endang.

Meski sempat terkejut, Ganjar membenarkan jawaban Endang. Ganjar mengatakan untuk pemakaian masker kain memang baiknya tidak lebih dari empat jam. Karena pemahaman yang luas terhadap protokol kesehatan di tempat kerja, Endang pun mendapat hadiah dari Ganjar berupa uang tunai Rp500.000.

"Tugase jenengan (anda) sosialisasi ke teman-teman, kalau nyedak keplak (mendekat tepuk). Masker itu jadikan bagian dari baju yang harus kita kenakan," kata Ganjar.

Pemahaman karyawan terhadap penerapan normal baru di tempat kerja, kata Ganjar, salah satunya menjadi tanggungjawab perusahaan. Maka sosialisasi dan pengawasan mesti terus dilakukan. Dengan demikian, meski di tengah pandemi tapi aktivitas ekonomi, di dunia industri khususnya masih tetap bisa berjalan.

"Saat ini memang harus ada yang nge-gas dan nge-rem. Saya di pemerintahan, bupati dan para pengusaha ini yang nge-gas agar ekonomi tidak mandek. Tapi harus ada yang ngerem yaitu dari sisi kesehatan. Maka harus ada saling pengertian," ucapnya.

Ganjar pun mengapresiasi apa yang telah dilakukan PT Norojono yang memberlakukan kerja hanya satu shift, pemasangan pembatas antar pekerja sampai sosialisasi yang terus dilakukan. Menurut Ganjar apa yang telah diterapkan PT Norojono itu bisa menjadi model baru di tempat kerja.

Editor : Nani Suherni