Stres Masih Jomblo di Usia 50 Tahun, Paman Bacok Adik dan 2 Keponakan di Jepara

Alip Sutarto ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 14:07 WIB
Stres Masih Jomblo di Usia 50 Tahun, Paman Bacok Adik dan 2 Keponakan di Jepara
Ilustrasi penganiayaan dengan senjata tajam. (Foto: Istimewa)

JEPARA, iNews.id – Suwarno (50) yang hidup menjomblo dan belum menikah hingga usianya setengah abad menganiaya secara sadis anggota keluarganya. Dia membacok adik ipar dan dua keponakannya dengan menggunakan senjata tajam berupa parang dan golok hingga ketiga korban mengalami luka parah.

Informasi yang dirangkum iNews, peristiwa sadistis ini terjadi di rumah korban Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong, Jepara, Jawa Tengah, Kamis (16/5/2019). Identitas ketiga korban yang terluka yakni adik ipar pelaku Dukanah (48), dan dua anaknya Syukuruk Wuafi (29) dan Tiwi Rejekiyah (23). Mereka kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit (RS) PKU Muhammadiyah.

Hasil pemeriksaan sementara berdasarkan pengakuan pelaku dan saksi, motif amukan pelaku terhadap ketiga korban dilatar belakangi persoalan sakit hati. Pelaku merasa stres dan tidak senang dengan korban lantaran kurang diperhatikan dan disia-siakan saat sakit. Selain itu, pelaku selama ini diketahui miliki sifat temperamental.

“Pelaku ini merasa tidak diperhatikan dan disepelekan. Rasa sakit hati ini terakumulasi hingga menyulut kemarahan dan diduga mendorong pelaku melakukan tindakan penganiayaan tersebut,” ujar Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, Jumat (17/5/2019).

Diketahui, peristiwa ini berawal saat korban Dukanah dan Tiwi sedang berada di teras rumah. Secara tiba-tiba pelaku Suwarno datang dengan menenteng sajam berupa parang dan golok.

Tanpa basa basi, dia mengarahkan sajam itu ke arah kedua korban secara membabi buta. Kedua korban tersungkur dengan kondisi terluka parah di bagian tangan, kepala dan punggung. Anak korban lainnya Syukuruk yang mendengar keributan datang ke lokasi TKP dan turut dianiaya pelaku.

“Pelaku sudah kami amankan dan masih kami lakukan pendalaman atas kasus ini,” kata Kapolres.

Selain menangkap pelaku, polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa parang dan golok. Dia dijerat dengan Pasal 353 KUHP tentang Penganiayaan berencana dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw