Tak Terima Diberhentikan, Polisi Ini Gugat Kapolda Jateng ke PTUN

Antara ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 07:56 WIB
Tak Terima Diberhentikan, Polisi Ini Gugat Kapolda Jateng ke PTUN
Ilustrasi Polri. (Foto: Istimewa)

SEMARANG, iNews.id – Seorang anggota polisi berinisial TTP dengan pangkat brigadir menggugat Kapolda Jawa Tengah (Jateng) ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang. Gugatan itu dilayangkan yang bersangkutan lantaran tak terima diberhentikan dengan tidak dengan hormat.

Kuasa hukum TTP, Maruf Bajammal mengatakan, kliennya dipecat pada bulan Desember 2018. Perkara kliennya bermula pada Februari 2017, ditangkap anggota Polres Kudus atas dugaan pemerasan.

Karena TTP merupakan anggota Ditpamobvit Polda Jateng, perkaranya dilimpahkan ke Polda. Atas dugaan pemerasan itu, TTP dinyatakan tidak berlanjut karena korbannya mengaku tidak ada peristiwa tersebut.

Tidak hanya sebatas itu, kata dia, TTP kemudian diperiksa atas dugaan penyimpangan hubungan seksual. Namun kata dia, terdapat kejanggalan dalam pemeriksaan kliennya karena laporan tentang pelanggaran kode etik TTP muncul setelah pemeriksaan.

"Jadi sudah diperiksa baru ada laporan masuk. Laporan itu pun bukan dari masyarakat," kata Maruf, Kamis (16/5/2019).

Maruf menduga pemecatan kliennya itu tidak terlepas dari dugaan penyimpangan orientasi seksual menyukai sesama jenis yang juga diakui oleh TTP. TTP pernah mengajukan banding atas pemecatan itu namun ditolak.

Menurutnya, jika pemecatan tersebut didasarkan atas penyimpangan orientasi seksual tersebut, hal tersebut melanggar prinsip diskrimanasi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Agus Triatmaja membenarkan pemberhentian tidak dengan hormat tersebut. "Yang bersangkutan dijerat dengan Kode Etik Profesi Polri," ucapnya.

Menurutnya, hasil sidang kode etik itu dinyatakan perilaku melakukan perbuatan pelanggaran dan dinyatakan sebagai perbuatan tercela. Namun Agus tidak menjelaskan perbuatan tercela yang dimaksudkannya.


Editor : Donald Karouw