Tambah 12, Pasien Positif Corona di DIY Melonjak Jadi 18 Orang dan 3 Meninggal

Kuntadi ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 19:30 WIB
Tambah 12, Pasien Positif Corona di DIY Melonjak Jadi 18 Orang dan 3 Meninggal
RSUP Dr Sardjito Yogyakarta (Foto: Dokumen Humas Jogja)

YOGYAKARTA, iNews.id – Jumlah pasien positif virus corona (Covid-19) di DIY melonjak drastis. Data terbaru, Rabu (25/3/2020) ada penambahan 12 kasus sehingga total menjadi 18 pasien positif corona.

Jumlah tersebut naik signifikan dibandingkan dua hari sebelumnya yang hanya ada enam kasus positif. Sedangkan untuk korban meninggal akibat corona tiga orang dan satu pasien sudah sembuh.  

Juru Bicara Pemda DIY dalam penanganan Covid 19, Berty Murtiningsih mengatakan sampai saat ini sudah ada 115 orang yang diperiksa (swab). Dari hasil uji lab, ada 33 yang negatif dan 18 dinyatakan positif. Satu penderita sembuh dan tiga penderita lainnya meninggal dunia.

“Masih ada 64 yang masih menunggu hasil uji lab, termasuk dua yang meninggal,” kata Berty dalam keterangannya, Rabu (25/3/2020).

Hingga 24 Maret lalu, tercatat baru ada 6 kasus penderita Korona dan satu kasus meninggal dunia. Namun hari ini ada lonjakan 12 pasien menjadi 18 kasus dan dua pasien sudah meninggal dunia. Sebelumnya pasien yang meninggal statusnya Pasien Dalam Pengawasan (PDP). Namun begitu hasil laboratorium keluar, dinyatakan positif.

Beny menjelaskan, tambahan 12 kasus ini rinciannya untuk kasus ke-7, bocah laki-laki berusia 7 tahun warga Bambanglipuro, Bantul dirawat di RS Panembahan Senopati, Bantul. Kasus ke-8 merupakan pria (36) warga Kalasan, Sleman dirawat di RS JIH. Kasus ke-9, bayi laki-laki (4 bulan) dirawat di RSUD Wates.

“Sedangkan kasus ke-10, laki-laki (69) warga Depok, Sleman dan sempat dirawat di RS Bethesda Yogyakarta dan meninggal dunia. Kasus ke-11, laki-laki (55) warga Ponjong, Gunungkidul, dan dirawat di RSUD Wonosari,” katanya.

Untuk kasus ke-12, perempuan (35) warga Gamping, Sleman dirawat di RSUD Panti Rapih. Kasus ke-13, laki-laki (39) warga Umbulharjo, Yogyakarta dan dirawat di RS Panti Rapih. Kasus ke-14, pria (71) warga Gondomanan yang berdomisili di Kasihan, Bantul dan dirawat di RS Panti Rapih.

Kasus ke-15, perempuan 59 tahun warga Ngaglik, Sleman dan dirawat di RS Panti Rapih. Kasus ke-16, pria (61) warga Ngemplak, Sleman, juga dirawat di RS Panti Rapih. Kasus ke-17, laki-laki (54) warga Kebumen, Jawa Tengah yang sempat dirawat di RS Panti rapih, dan sudah meninggal dunia. Terakhir kasus ke-18, laki-laki (14) warga Depok, Sleman, dan dirawat di RS Bhayangkara.

“Saat ini juga ada dua kasus kematian (PDP) yang masih menunggu hasil uji laboratorium.  Yakni seorang laki-laki (73) warga Jetis, Bantul yang sempat dirawat di RSUD panembahan Senopati, Bantul  meninggal pada 18 maret. Satu pasien lagi merupakan laki-laki (68) warga Wonosari, Gunungkidul,  yang meninggal di Panti Rapih, pada 24 Maret,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki