Tanah Bergerak di Padasari Tegal Meluas, 140 Rumah Rusak, 250 Warga Mengungsi
SLAWI, iNews.id – Bencana tanah bergerak di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, semakin meluas, Rabu (4/2/2026). Data terbaru menunjukkan sebanyak 140 rumah warga mengalami kerusakan mulai dari skala ringan hingga berat, memaksa ratusan jiwa untuk meninggalkan tempat tinggal mereka.
Selain permukiman, fasilitas umum seperti jalan desa, bangunan sekolah, hingga musala turut hancur akibat pergeseran struktur tanah di kawasan perbukitan tersebut.
Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi rumah warga yang sangat memprihatinkan. Sebagian besar bangunan mengalami dinding ambrol dan lantai yang retak hingga terangkat akibat tekanan dari dalam tanah.
Hingga Rabu siang, tercatat sebanyak 250 warga telah mengungsi ke sejumlah posko pengungsian dan tenda darurat yang disediakan oleh pemerintah daerah. Warga mengaku mulai mengungsi sejak Senin malam karena khawatir bangunan akan roboh sewaktu-waktu.
"Kami sudah dua hari di pengungsian. Kalau bisa rumah diperbaiki, tapi kalau memang sudah tidak aman, kami pasrah jika harus direlokasi ke tempat yang lebih baik," ujar salah satu warga terdampak, Siti Waridah.
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengunjungi para pengungsi di tengah guyuran hujan deras pada Rabu sore untuk menyalurkan bantuan logistik. Dalam kunjungannya, Luthfi menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab Tegal tengah mencari lahan zona aman guna proses relokasi.
"Kami sedang memetakan lokasi yang aman dari pergerakan tanah. Nantinya warga akan dibuatkan Hunian Sementara (Huntara) yang kemudian akan diproses menjadi Hunian Tetap (Huntap)," kata Ahmad Luthfi saat menemui para pengungsi.
Bencana ini bukan pertama kalinya terjadi; wilayah Desa Padasari tercatat sudah dua kali dilanda pergerakan tanah hebat dalam beberapa tahun terakhir. Selain warga desa, ratusan santri dari Pondok Pesantren Al-A’dalah juga terpaksa dievakuasi. Sebagian santri ditempatkan di lokasi pengungsian yang aman, sementara sebagian lainnya dipulangkan ke daerah asal masing-masing demi keselamatan.
Pemerintah terus mengimbau warga di area perbukitan Jatinegara untuk tetap waspada, mengingat curah hujan yang masih tinggi dapat memicu pergerakan tanah susulan.
Editor: Kastolani Marzuki