Tanah Bergerak, Tiga Titik Jalan di Banjarnegara Putus
BANJARNEGARA, iNews.id- Dampak curah hujan tinggi dan cuaca buruk membuat tanah bergerak di Banjarnegara, Jawa Tengah terus meluas. Tiga titik jalan saat ini putus dan tak bisa dilewati. Jalan ambles hingga kedalaman 4 meter, Rabu (10/1/2018).
Puluhan warga dan sejumlah siswa sekolah di Wanayasa menuju Karangkobar akhirnya harus menantang maut dan bahaya melewati jalan putus dan ambles. Curah hujan tinggi selama sepekan terakhir membuat jalan penghubung antarkecamatan dan antardesa ini ambles hingga kedalaman empat meter dengan panjang mencapai 100 meter.
Bencana tanah bergerak yang ada di Kecamatan Wanayasa memutus tiga akses jalan, yakni Jalan Wanayasa, Jalan Desa Bantar dan Jalan Desa Suwidak. Untuk bisa melintas warga harus mendorong kendaraannya dengan dibantu petugas. Kondisi tanah yang labil, membuat jalan selalu ambles saat musim penghujan.
“Ini setiap tahun terjadi kayak gini mas. Sudah berapa kali pun diperbaiki tetap ambles kayak begini. Dinas terkait sudah dihubungi tapi kurang tanggapannya. Harapan kami, harusnya di sini dibangun jembatan supaya tidak ambles lagi,” ucap Aji, salah seorang pengguna jalan.
Dengan dibantu warga, polisi dan petugas TNI melakukan penjagaan di lokasi dan membantu warga yang akan melintas. Amblesnya jalan dari posisi awal, yang permukaannya turun hingga empat meter, membuat jalan rawan kecelakaan. Banyak kendaraan yang nyaris terjatuh lantaran tak kuat menanjak dan jalan licin.
Rekahan dan retakan terus muncul di area jalan aspal. Kondisi tanah di lokasi hingga saat ini masih terus bergerak setelah turunnya hujan. Polisi mengimbau warga yang akan melintas untuk ekstra hati-hati dan tidak menantang bahaya melewati jalan yang ditutup.
Kapolres Banjarnegara, AKBP Nona Pricillia Ohei mengatakan, tanah bergerak terjadi di sejumlah titik di Banjarnegara. “Satu di sini, yaitu di wilayah Karangkobar, kemudian Wanayasa, Banjarmangu, Punggelan, Madukara, dan Susukan. Meskipun longsornya tidak seberapa tetapi kalau kita tidak waspada dikhawatirkan akan ada longsoran baru dan bisa berakibat adanya korban,” ucapnya.
Akibat tanah bergerak sejumlah ruas jalan desa juga mengalami longsor. Sekitar 2900 warga di Banjarnegara saat ini terisolir akibat bencana ini. Warga berharap, bisa segera dibangun jalan darurat agar aktivitas kembali normal.
Editor: Himas Puspito Putra