Tangis Haru Iringi Pemakaman Korban KM Santika yang Terbakar di Masalembu

Heri Purnomo ยท Minggu, 25 Agustus 2019 - 16:26 WIB
Tangis Haru Iringi Pemakaman Korban KM Santika yang Terbakar di Masalembu
Keluarga mengangkat peti jenazah Wiji, salah satu korban tewas terbakarnya KM Santika Nusantara di perairan Masalembu. Jenazah korban kemudian dimakamkan di pemakaman umum Butoh, Kelurahan Kunden, Blora. (Foto: iNews.id/Heri Purnomo)

BLORA, iNews.id - Tangis haru mengiringi pemakaman Wiji, salah satu korban tewas kapal motor (KM) Santika Nusantara yang terbakar di perairan laut utara Pulau Masalembu, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Keluarga tak menyangka kepergian korban ke Kalimantan untuk mengadu nasib sebagai kuli bangunan harus berakhir duka.

Kerabat korban, Suntoro menuturkan, almarhum Wiji berangkat ke Kalimantan untuk mengadu nasib menjadi kuli bangunan di sebuah proyek pembangunan. Wiji berangkat bersama temannya, Mukmin pada Rabu (21/8/2019).

“Baru semalam berangkat, kami dengar kapal yang ditumpangi almarhum terbakar. Tapi, temannya, Pak Mukmin selamat,” katanya seusai pemakaman korban di tempat pemakaman umum (TPU) Butoh, Kelurahan Kunden, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Minggu (25/8/2019).  

BACA JUGA: 2 Hari Terombang-ambing di Laut, 5 Korban KM Santika Nusantara Ditemukan Selamat

Menurut Suntoro, almarhum Wiji merupakan sosok kepala keluarga yang baik. Almarhum meninggalkan seorang istri, dua anak dan satu cucu yang baru berumur tiga bulan. “Orangnya baik dan bermasyarakat. Almarhum ini sehari-hari sebagai petani,” katanya.

Teman korban, Mukmin mengungkapkan, saat kapal yang ditumpanginya terbakar dia berusaha menyelamatkan diri dengan naik perahu karet. Karena panik, Mukmin mengira temannya, Wiji juga naik perahu karet lainnya.

“Saya tahunya Pak Wiji itu ikut naik perahu karet lainnya. Saya baru tahu Pak Wiji ikut jadi korban dua hari setelah kejadian karena mendengar ada korban bernama Mr X seorang laki-laki belum diketahui identitasnya,” katanya.

Dia bersama kelurga korban kemudian pergi ke rumah sakit (RS) Bhayangkara Surabaya untuk tes DNA anak korban dan benar Mr X tersebut bernama Wiji.

“Mungkin dompetnya hilang ya. Kami kemudian datang ke rumah sakit karena di sana ada empat jenazah yang tidak dikenali dan ditulis Mr X. Setelah setelah disidik jari dan dilakukan tes DNA akhirnya muncul namanya Pak Wiji,” katanya.

Setelah berhasil diidentifikasi, jenazah korban langsung dibawa pulang ke Blora oleh keluarganya pada Minggu dini hari untuk dimakamkan.


Editor : Kastolani Marzuki