Tangis Keluarga Serda Ilham asal Banyumas Korban Heli MI-17 di Papua

Saladin Ayyubi ยท Jumat, 14 Februari 2020 - 17:00 WIB
Tangis Keluarga Serda Ilham asal Banyumas Korban Heli MI-17 di Papua
Ibunda Serda Dita Ilham memandangi foto putranya yang menjadi salah satu korban pesawat Helikopter MI-17 yang jatuh di Pegunungan Bintang, Papua. (Foto: iNews/Saladin Ayyubi)

BANYUMAS, iNews.idSerda Dita Ilham, warga Baturraden, Kabupaten Banyumas menjadi salah satu dari 12 korban Helikopter MI-17 milik TNI-AD yang jatuh di Pegunungan Mandala Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua.

Kondisi helikopter yang ditemukan dalam keadaan hancur membuat kedua orang tua Ilham syok. Tim evakuasi dari Yonif 751/R, Jumat (14/2/2020) siang tadi berhasil mencapai titik lokasi jatuhnya heli tersebut. Tim juga menemukan 12 korban yang semuanya dalam kondisi meninggal dunia.

Subandi, ayah Serda Dita menahan air mata saat ia menceritakan tentang anaknya yang saat itu pamit bertugas. Serda Dita Ilham sendiri merupakan salah satu penumpang helikopter MI 17 milik TNI-AD yang hilang kontak di Papua beberapa bulan lalu.

Serda Dita Ilham saat ini masih lajang dan merupakan anak ke-3 dari 4 bersaudara warga Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturaden, Kabupaten Banyumas. “Kami dan keluarga serta tetangga terus mendoakan agar Ilham diberi keajaiban atas musibah ini,” kata Subandi saat disambangi anggota Kodim 0701/Banyumas, Kamis (13/2/2020).

Subandi menceritakan, terakhir anaknya menelpon saat dari Semarang akan terbang ke Papua untuk mengantar logistik. “Namun ditunggu hingga lebih satu hari, ternyata anaknya sulit dihubungi,” ucapnya.

Subandi akhirnyamendapat kabar dari kesatuan anaknya jika pesawat heli MI 17 hilang kontak. “Kami terus berdoa agar anak kami serta seluruh penumpang pesawat heli MI 17 bisa ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya.

Sebelumnya, sebanyak12 korban pesawat Helikopter M1-17 HA 5138 yang jatuh di Pegunungan Mandala Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, berhasil ditemukan tim evakuasi dari Batalion Infanteri (Yonif) 751/R, Jumat (14/2/2020). Meski demikian, proses evakuasi 12 jenazah tersebut belum bisa dilakukan sore ini akibat terkendala cuaca dan medan ekstrem.

“Direncanakan besok proses evakuasi jenazah akan kita mulai. Tim akan membawa turun jenazah ke titik yang bisa dijangkau oleh heli kita. Untuk selanjutnya dievakuasi melalui udara," kata Koordinator evakuasi Danrem 172/PVY Kol Inf Binsar Sianipar.

Dia menuturkan, tim berhasil menyentuh titik jatuhnya pesawat sekitar pukul 12.30 WIT.
Untuk mencapai titik lokasi, tim harus berjalan mendaki selama kurang lebih lima jam dari base camp yang didirikan sejak Kamis (13/2/2020).

Helikopter dengan nomor registrasi HA-5138 milik TNI AD hilang kontak pada Jumat (28/6/2019). Helikopter ini membawa tujuh kru dan lima penumpang, yakni prajurit 725/WRG yang melakukan pergantian tugas.


Editor : Kastolani Marzuki