Tenaga Kesehatan Tolak Vaksin Diminta Teken Surat Pernyataan

Taufik Budi · Rabu, 13 Januari 2021 - 22:54:00 WIB
Tenaga Kesehatan Tolak Vaksin Diminta Teken Surat Pernyataan
Persiapan tenaga keehatan di Kota Semarang jelang vaksinasi besok. (istimewa)

SEMARANG, iNews.id  - Vaksinasi Covid-19 akan dilakukan secara massal kepada tenaga kesehatan mulai 14 Januari. Di Jawa Tengah, vaksinasi awal akan dilakukan jajaran Forkopimda dan petugas kesehatan di tiga wilayah yakni Kota Semarang, Kabupaten Semarang, dan Kota Solo.

Kepala Dinas Kesehatan Jawa Tengah Yulianto Prabowo mengatakan, telah menyiapkan cara untuk mengantisipasi penolakan vaksinasi dari petugas kesehatan. Dia mengaku telah mempunyai langkah tersendiri. 

"Akan kami tempuh langkah persuasi dulu. Kalau takut kami kuatkan dulu, ada banyak dokter yang bisa jelaskan. Namun kalau sudah diedukasi namun tetap tidak mau, maka yang bersangkutan akan menandatangani surat pernyataan penolakan," kata Yulianto, Rabu (13/1/2021).. 

Dia mengatakan, ada beberapa peraturan yang dapat dikaitkan terhadap penolak vaksin. Di antaranya, UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 dan Perda Jawa Tengah No 11 Tahun 2013, tentang pencegahan dan penanggulangan penyakit di Jateng. 

"Terkait sanksi bukan kewenangan kami. Tapi yang jelas, kepada yang menolak kami akan persuasi dulu. Setelah tidak bisa ya buat form penolakan dan tanda tangani itu," katanya.

Yulianto mengatakan, pada tahap pertama telah didistribusikan sebanyak 56.860 dosis vaksin. Rinciannya, Kota Semarang sebanyak 38.240 dosis vaksin untuk 18.752 tenaga kesehatan, Kabupaten Semarang  8.000 dosis vakskn untuk 3. 987 tenaga kesehatan. Sedangkan, Kota Solo sementara menerima 10.620 dosis untuk 10.609 tenaga kesehatan. 

Setiap petugas kesehatan akan memperoleh dua kali suntik vaksin. Pertama, pada tanggal 14 Januari dan diulang di hari ke-14. Untuk Kota Solo, baru didistribusikan dosis vaksin untuk sekali suntik. Mendekati hari ke-14, barulah vaksin dari gudang penyimpanan obat milik Pemprov Jateng, dikirimkan ke daerah itu. 

Editor : Ahmad Antoni