Terinfeksi Difteri, Balita di Temanggung Meninggal

Antara ยท Jumat, 06 Juli 2018 - 22:48:00 WIB
Terinfeksi Difteri, Balita di Temanggung Meninggal
Ilustrasi saat balita mendapatkan vaksin difteri dari Dinkes Kendal, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. (Foto: iNews/Eddie Prayitno)

TEMANGGUNG, iNews.id – Difteri merenggut nyawa seorang balita warga Perumahan Aza Griya, Kelurahan Walitelon, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah (Jateng). Korban meninggal dalam perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kariadi, Jumat (6/7/2018).

Kepala Seksi Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung Sukamsih mengatakan korban meninggal atas nama Yahya (4), satu dari dua anak yang terinfeksi difteri. "Anak suspect difteri meninggal dalam perawatan di IGD RSUP Kariadi, sebelumnya sempat dirawat di RSUD Temanggung," kata Sukamsih.

Dia mengatakan, rumah sakit masih merawat secara intensif satu pasien terinfeksi difteri lainnya. Pasien itu ada dalam ruang isolasi agar perawatan lebih baik dan tidak menular pada yang lain, mengingat penularan difteri melalui udara.

Sukamsih melanjutkan, kasus difteri ini menjadi yang pertama terjadi pada warga Temanggung yang berujung pada kematian. Dinkes mendapat laporan dari rumah sakit langsung melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) di lingkungan tempat tinggal hingga kemudian ditemukan satu pasien tersebut.

Kami masih terus awasi lingkungan itu jangan sampai ada yang tertular lagi. Pencegahan penularan sudah kami lakukan," ujarnya.

Sukamsih mengungkapkan, berdasarkan keterangan keluarga sebelum sakit, dua warga suspect difteri dan keluarganya melakukan perjalanan ke sejumlah tempat seperti Yogyakarta dan Banjarnegara. Penularan itu dicurigai dari tempat yang mereka singgahi atau dalam perjalanan. "Bisa jadi mereka tidak tertular di Temanggung tetapi dalam perjalanan itu," ucapnya.

Dia menuturkan, penyakit ini muncul pada bulan-bulan temperatur lebih dingin dan terutama menyerang anak-anak berumur di bawah 15 tahun yang tidak mendapat imunisasi difteri. "Maka warga yang belum imunisasi difteri untuk melakukannya. Tidak ada salahnya imunisasi difteri lagi," tutur Sukamsih.

Editor : Donald Karouw

Bagikan Artikel: