Teror Kencing dan Kotoran Resahkan Warga Kompleks Alun-Alun Rembang

Musyafa ยท Minggu, 20 September 2020 - 23:30 WIB
Teror Kencing dan Kotoran Resahkan Warga Kompleks Alun-Alun Rembang
Teror kencing diduga dari pengunjung Alun-Alun meresahkan warga di Rembang. (Foto: iNews/Musyafa)

REMBANG, iNews.id – Warga kompleks Alun-Alun Rembang dibuat resah dengan teror kencing dan kotoran manusia yang hampir terjadi tiap pagi. Mereka dibuat tidak nyaman akibat bau tak sedap dari kotoran dan kencing yang menempel di tembok rumah-rumah warga.

Aksi itu diduga dilakukan oknum pengunjung alun-Alun yang senang buang air sembarangan.

Di Gang II Magersari Kelurahan Kutoharjo, pojok timur Alun-Alun Rembang misalnya. Pihak pengurus RT setempat bahkan memasang tulisan “dilarang kencing di sepanjang jalan area perumahan ini. Kami hormati anda, tolong anda hormati kami”.

Warga Gang II Magersari Alun-Alun Rembang, Sri Martini mengaku bau pesing sudah menjadi santapan rutin, terutama pada waktu pagi hari.

“Baru buka pintu, langsung mak bull, batinku ya Allah. Sudah pesing, sampah juga berceceran, kulit kacang mblasah di mana-mana. Hampir tiap pagi seperti itu, “ ujarnya, Minggu (20/9/2020).

Sangkin sering sebelah rumahnya digunakan untuk buang air kecil, cat tembok yang semula putih kini berwarna kekuning-kuningan.

Dia pun mengaku pasrah, karena tidak mungkin mengawasi terus menerus. Apalagi biasanya hal itu terjadi pada malam hari.

“Pernah ada yang buang air besar di situ juga. Ya saya sendiri yang membersihkan. Warga jujur saja resah,” ucap Sri.

Perempuan yang sudah bermukim di pojok timur Alun-Alun Rembang sejak tahun 1970 an ini juga menyoroti soal kebersihan.

“Kalau tenaga kebersihan memang ada yang rutin menyapu. Tapi kadang nggak sampai sini di depan rumah saya, kadang juga dibersihkan. Harapannya pengunjung ikut menjaga kebersihan,” katanya.

Di Alun-Alun Rembang sebenarnya sudah ada WC umum, namun hanya terdapat 1 titik, di pojok barat. Begitu pula tempat sampah, sudah disiapkan. Namun sering kali sebaran pemasangannya tidak merata.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama, ya pedagang, pengunjung maupun pemerintah. Syukur-syukur kalau Pemerintah Kabupaten Rembang mau membentuk unit pelaksana teknis (UPT) khusus menangani Alun-Alun. Ini penting, karena wajah kota dan tempat publik,” kata Jayadi, seorang warga yang biasa olahraga di Alun-Alun.


Editor : Kastolani Marzuki