Tjahjo Kumolo Tantang Semua Kabupaten dan Kota di Jateng Miliki MPP dalam 5 Tahun

Kristadi ยท Kamis, 23 Januari 2020 - 17:20:00 WIB
Tjahjo Kumolo Tantang Semua Kabupaten dan Kota di Jateng Miliki MPP dalam 5 Tahun
Menteri PANRB Tjahjo Kumolo saat meresmikan MPP di Batang, Jawa Tengah, Kamis (23/1/2020). (Foto: Istimewa)

BATANG, iNews.id - Mal Pelayanan Publik (MPP) resmi berdiri di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng). Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo, lantas memberi tantangan kepada Pemprov Jateng untuk menghadirkan MPP di seluruh kabupaten dan kota dalam waktu lima tahun.

Tjahjo meminta seluruh kabupaten/kota di Jateng untuk studi banding pendirian MPP di Batang, Banyumas dan Kebumen.

"Dalam waktu dua hingga lima tahun, semua daerah tingkat II di Jawa Tengah harus memiliki Mal Pelayanan Publik," ujar Tjahjo, saat peresmian MPP di Batang, Kamis (23/1/2020).

BACA JUGA: Teman Fanni Bongkar Alasan Sang Ratu Tergiur Rayuan Raja Keraton Agung Sejagat

MPP Batang merupakan MPP ke-3 di Jateng. Jumlah yang bergabung dalam MPP Batang sebanyak 23 instansi dengan 329 jenis layanan. Pelayanan di MPP antara lain, layanan perpajakan, BPJS, perbankan, layanan kepolisian, layanan ketenagakerjaan bagi TKI dan sebagainya.

Jenis pelayanan yang jadi unggulan MPP Batang yakni SIM Drive Thru. Awalnya, SIM Drive Thru hanya melayani perpanjangan SIM C, kemudian ditambah dengan perpanjangan SIM A. Dengan inovasi ini, pemohon tak perlu turun dari kendaraan. Mereka cukup menyerahkan foto dan bayar PNBP ke petugas loket pendaftaran. SIM bisa langsung diambil kurang lebih 10 menit.

Menurut Tjahjo pengelolaan pusat pelayanan ini harus mampu membentuk Aparatur Sipil Negara (ASN) modern yang memiliki pola pikir untuk berkinerja tinggi. Dengan terintegrasi layanan, ASN bisa memberikan pelayanan terbaik, sehingga memperkuat daya saing global serta menumbuhkan minat investor.

BACA JUGA: Dear Ratu Keraton Agung Sejagat, Polisi Belum Kabulkan Penangguhan Penahanan

Kehadiran MPP merupakan bentuk nyata reformasi birokrasi. Pemangkasan alur perizinan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah tingkat II.

"Tujuannya adalah menyejahterakan masyarakat dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan satu layanan tambahan dalam MPP, yakni pengaduan. Dia berharap masyarakat bisa menyampaikan semua aspirasinya melalui berbagai kanal.

Di lingkungan Pemprov Jateng misalnya, warga bisa mengadu melalui SMS, whatsApp, instagram, aplikasi LAPOR! dan menyampaikan langsung.

"Tambahi satu pelayanan, kanal pengaduan. Itu ruh kita," ujar Ganjar.


Editor : Nani Suherni