Transmisi Lokal di Semarang, Seorang Pedagang Positif Covid-19 Menulari Keluarga dan Tetangga

Sindonews.com, Angga Rosa ยท Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:28 WIB
Transmisi Lokal di Semarang, Seorang Pedagang Positif Covid-19 Menulari Keluarga dan Tetangga
Ilustrasi virus corona (Antara)

SEMARANG, iNews.id - Penularan virus corona (Covid-19) di Kota Semarang, Jawa Tengah karena transmisi lokal terus meningkat. Salah satunya ditemukan di Pasar Rejomulyo Lama yang biasa disebut Pasar Kobong.

Berawal dari seorang pedagang di pasar tersebut yang positif terjangkit virus corona, kemudian menular ke belasan orang yakni keluarga hingga tetangga.

Hal ini diceritakan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi. Dia menuturkan salah satu kasus transmisi lokal yang ditelusuri di wilayahnya yakni klaster di Pasar Kobong.

Sebelumnya, ada delapan pedagang di pasar itu yang berdasarkan rapid test mendapat hasil reaktif Covid-19. Mereka yang reaktif itu kemudian melanjutkan uji swab hingga ada yang dinyatakan positif terjangkit corona.

Kemudian Pemerintah Kota Semarang melakukan tracing terhadap pasien positif itu. Dari tracing itu ditemukan beberapa orang yang sempat kontak langsung yakni keluarga, tetangga, dan beberapa pembeli yang datang ke pasar.

Mereka yang penrah kontak langsung itu kemudian menjalani tes swab, dan ada yang hasilnya positif terjangkit.

"Ada keluarga di Pedurungan yang bapaknya pedagang di Pasar Kobong, istrinya positif, anaknya positif, beberapa tetangganya positif," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/5/2020).

Dia menduga, penularan tersebut karena tidak disiplin mengikuti protokol kesehatan.

"Bisa lewat droplet seseorang yang menderita Covid-19, atau juga lewat tangan yang tidak terjaga kebersihan, lalu menggunakan uang untuk transaksi dari situ juga bisa menyebar," katanya.

Karena itu, Hendi meminta warga Semarang patuh dan displin dengan imbauan pemerintah untuk menerapkan protokol kesehatan. Sebab yang berpotensi tertular bukan diri sendiri, tetapi juga orang terdekat yang berada di sekitar.

"Cov-19 ini bukan soal urusan diri sendiri, tetapi juga menjaga sekelilingnya, ini yang harus benar-benar dipahami agar bisa lebih peduli," ujarnya.

Terkait kasus ini, Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengakui, Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kota Semarang saat ini terus bertambah jumlahnya. Salah satu yang menjadi sorotan yakni klaster Pasar Kobong.

"Dari yang kita temukan awal, dalam proses tracking yang dilakukan, 1 penderita di sana kontak erat dengan lainnya ada yang hingga 4 sampai 6 orang, bahkan 11 orang," ujarnya.


Editor : Reza Yunanto