Tubuh Digerogoti Kanker, Gadis Asal Batang Ini Butuh Bantuan Biaya Berobat

Suryono Sukarno ยท Kamis, 15 Oktober 2020 - 23:00 WIB
Tubuh Digerogoti Kanker, Gadis Asal Batang Ini Butuh Bantuan Biaya Berobat
Neiha Salwa Sihab (11) bocah asal Batang dua bulan terakhir ini hanya bisa berbaring di kasur lantai akibat kanker yang dideritanya. (Foto: iNews/Suryono)

BATANG, iNews.id - Kisah pilu dialami Neiha Salwa Sihab (11), gadis asal Dukuh Kebanyon, Kelurahan Kasepuhan, Batang sudah dua bulan terakhir ini hanya bisa terbaring di kasur lantai. 

Anak pasangan Sukasno (42) dan Tulas Agustina ini tak bisa beraktivitas normal lantaran mengidap kanker leher atau kanker kelenjar getah bening sejak 2019 lalu.

Neiha tinggal bersama keluarganya di rumah dinas sederhana berukuran 6x2.5 meter milik SDN Kasepuhan 01 Batang yang sudah lapuk.

Dia pun sudah bolak-balik menjalani rangkaian pengobatan. Mulai dari pengobatan medis maupun pengobatan alternatif. 

Namun justru benjolan yang muncul sejak Neiha kelas 2 SD ini semakin membesar.

"Dulu didiagnosis kanker namun karena di RSUD Kalisari belum ada dokter dan alat yang memadai maka dirujuk ke RSUD Kraton. Namun karena di sana belum lengkap jadi dirujuk ke RSUP dr Karyadi. Dan setalah kemo beberapa kali juga belum berhasil, makanya harus disinar," kata ayah Neiha, Sukasno, Kamis (15/10/2020). 

Pihak keluarga pun masih punya PR untuk mengembalikan berat badan ideal Neiha yang menyusut drastis.

"Kemarin-kemarin susah makannya, alhamdulillah ada yang membantu memberikan obat herbal. Berangsur kondisi Neiha ada kemajuan," ucap Sukasno. 

Dengan penghasilannya yang tidak menentu, membuat Sukasno sadar belum bisa mengupayakan yang terbaik bagi anaknya.

Sukasno yang bekerja sebagai pengemudi ojek online itu dalam seminggu terkadang hanya bisa menghasilkan sekitar Rp200.000. Sementara istrinya, Tulas hanya bisa mengurus rumah dan juga bayi mereka, serta merawat Neiha yang masih sakit. Untuk pengobatan herbal Neiha, sebulan bisa menghabiskan sekitar Rp1 Juta. 

"Kemarin kami juga dapat informasi dari donatur, kalau ada dokter di Tuban yang bisa membantu pengobatan Neiha. Alhamdulillah, untuk pengobatan pertama nanti mau digratiskan biayanya," katanya. 

Guru SDN 1 Kesepuhan, Murtadho Makmur mengatakan, keluarga Naeha Salwa Sihab tinggal di rumah dinas SDN Kesepuhan 1 atas usulan dari Kepala Keluarahan.

"Sebelumnya Pak Lurah menghubgungi pihak aekolaham untuk minta izin rimah dinas yang terpakai supaya digunakan sementara oleh keluarga Naeha Salwa Sihab," katanya.

Pihak sekolah pun mengupayakan agar tidak bermasalah dengan guru - guru yang berhak menempati, Kepala Sekolah meminta surat izin kepada Dinas Pendidikan.

Bupati Batang Wihaji mengaku siap membantu operasional pengobatan Neiha dan akan menjenguknya melihat kondisinya.

"Pemkab siap membantu operasional pengobatanya, Dinkes juga kami perintahkan untuk terus memantau perkembangan Naeha Salwa Sihab," ucap Wihaji. 


Editor : Kastolani Marzuki