Ungkap Kematian Ayu Selisa, Polisi Akan Periksa Teman Suami

Kuntadi ยท Jumat, 27 Desember 2019 - 16:45 WIB
Ungkap Kematian Ayu Selisa, Polisi Akan Periksa Teman Suami
Video penemuan kerangka manusia di Bantul. (Foto: Dok iNews)

BANTUL, iNews.id – Polres Bantul terus mendalami misteri kematian Ayu Selisa yang kerangkanya ditemukan di dalam septic tank di pekarangan milik mertunya Waluyo di Karangjati, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Polisi akan memeriksa sejumlah saksi, salah satunya rekan-rekan dari Edi Susanto, suami Ayu Selia yang bunuh diri November 2019 lalu.

“Kami akan melakukan pendalaman dan akan memeriksa siapa saja teman-teman suaminya di 2009,” kata Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Riko Sanjaya di Mapolda DIY, Jumat (27/12/2019).

Ayu Selisa diduga kuat merupakan korban pembunuhan. Polisi menduganya karena kerangka tubuh Ayu Selisa ditemukan di dalam sebuah septic tank yang tersembunyi dan tertutup rapat dengan semen cor. Polisi akan memeriksa teman-teman Edi Susanto pada tahun 2009 di mana Ayu Selisa diperkirakan dibunuh dan tubuhnya diletakkan dalam septic tank.

“Di tahun 2009 siapa temannya, pergaulannya siapa atau setelah itu dia intensif bergaul dengan siapa kita cari tahu dari saksi-saksi,” kata nya.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tribudi Sulistiyono mengatakan dari pemeriksaan luar memang tidak ada tanda-tanda kekerasan di kerangka Ayu Selisa. Polisi juga masih terus menyelidiki bagaimana Ayu Selisa bisa tewas
.
“Kita masih kembangkan kasus ini dengan mencari saksi-saksi,” ucapnya. Mertua Ayu Selisa, yaitu Waluyo dan istrinya sudah diperiksa sebagai saksi oleh polisi.

Kerangka Ayu Selisa ditemukan di septic tank di rumah Waluyo pada Minggu (11/12/2019) oleh petugas penyedot septic tank. Dari temuan barang-barang berupa gelang dan potongan kain, orang tua Ayu Selisa langsung yakin bahwa kerangka itu adalah anaknya. Ayu Selisa dilaporkan hilang pada 2009 silam.

Sementara itu Edi Susanto, suami Ayu Selisa meninggal dunia dengan cara bunuh diri pada November 2019 lalu. Dia sempat menuliskan surat wasiat yang isinya ingin bertemu dengan nenek dan istrinya. Sebelum meninggal, Edi juga bertigkah laku aneh. Dia sempat mengaku kepada ayahnya kalau Ayu Selisa tidak jauh dari rumah mereka.


Editor : Rizal Bomantama