Update Covid-19 Jateng 22 Juni: Kasus Positif 49 Orang, 28 Sembuh dan 1 Meninggal

Riezky Maulana ยท Senin, 22 Juni 2020 - 16:15 WIB
Update Covid-19 Jateng 22 Juni: Kasus Positif 49 Orang, 28 Sembuh dan 1 Meninggal
Peta sebaran kasus Covid-19 di Jawa Tengah

JAKARTA, iNews.id – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) bertambah sebanyak 49 orang pada Senin (22/6/2020). Kabar baiknya, pasien sembuh juga bertambah sebanyak 28 orang.

Jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jateng saat ini mencapai 2.717 orang. Sementara pasien sembuh mengalami peningkatan 28 orang dengan total 970 orang. Sayangnya hari ini ada penambahan satu pasien meninggal, sehingga jumlahnya menjadi 144.

Data dari Laporan Media Harian Covid-19 tanggal 22 Juni 2020 pukul 12.00 WIB juga mencatat, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus ini bertambah 66 orang. Jumlah ini menjadi yang tertinggi kedua di Indonsia setelaH DKI Jakarta, 74 orang.

Dengan demikian, total pasien sembuh di Jatim saat ini terdata ada 2.855 orang. Secara nasional, jumlah pasien yang sembuh di Jatim berada di urutan ke dua setelah DKI Jakarta yang berjumlah 5.128 orang.

Sedangkan jumlah pasien yang meninggal akibat Covid-19 hari ini juga bertambah 13 orang. Penambahan jumlah pasien meninggal akibat Covid-19 ini merupakan yang tertinggi di Indonesia. Dengan demikian total jumlah pasien yang meninggal di Jatim akibat Covid-19 ada 728 orang.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, jumlah akumulatif penderita Covid-19 di Indonesia hari ini terdata bertambah signifikan mencapai 954 orang. Dengan tambahan ini, maka jumlah total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 secara nasional menjadi 46.845 orang.

“Jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah 331 orang. Kini jumlah total menjadi 18.735 orang,” katanya dalam keterangan pers di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta, Senin(22/6/2020).

Sementara jumlah pasien yang meninggal dunia secara nasional tercatat bertambah yakni 35 menjadi 2.500 orang.


Editor : Nani Suherni