Usai Panen Padi, 2 Petani Hanyut di Sungai Cacaban Tegal

Okezone ยท Rabu, 07 Maret 2018 - 11:29:00 WIB
Usai Panen Padi, 2 Petani Hanyut di Sungai Cacaban Tegal
Tim SAR saat melakukan pencarian terhadap korban yang hanyut di Sungai Cacaban, Rabu (7/3/2018). (Foto: Sindonews/Muhammad Andi Yusri)

TEGAL, iNews.id - Dua orang warga dilaporkan hanyut di Sungai Cacaban, Desa Tonggara, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Selasa, 6 Maret 2018, sore. Keduanya hanyut saat mencoba menyeberangi aliran sungai yang saat itu sedang deras dan licin. Hingga Rabu (7/3/2018) pagi, pencarian korban masih dilakukan dengan melibatkan tim SAR gabungan.

Dua warga korban hanyut tersebut yakni, Sunardo (37) warga RT 19/08, Desa Tonggara, Kecamatan Kedungbanteng dan Sukardi (42), warga RT 18 /07 Desa Tonggara ,Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Tegal. Informasi mengenai hanyutnya korban diperoleh dari Daryono (47) salah seorang rekan korban yang sedang bersama korban saat kejadian.

Berdasarkan kesaksian dari Daryono, saat itu dirinya bersama kedua korban baru saja selesai memanen padi dan hendak pulang dengan menyebrangi aliran sungai yang berlumpur. Namun nahas, di tengah sungai kedua korban terbawa arus dan hanyut.

Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Jawa Tengah, Agung Hari Wibowo mengatakan, mendapat laporan mengenai adanya warga yang hanyut di Sungai Cacaban, pihaknya lalu menurunkan tim untuk melakukan pencarian. "Basarnas Jateng menindak lanjuti informasi dengan memberangkatkan tim untuk melakukan pencarian dan pertolongan lengkap dengan peralatan SAR air," tutur Agung Rabu (7/3/2018).

Tim SAR gabungan dari Basarnas TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal, PMI, dan Bapala, dibantu warga masih terus melanjutkan upaya pencarian. Petugas akan menyisir dengan sepanjang aliran sungai sejauh tujuh kilometer.

"Basarnas dan tim SAR gabungan TNI, POLRI, BPBD, PMI, BAPALA , kepala desa Tonggara. merencanakan giat operasi pencarian dan petolongan dengan metode penyisiran dengan perahu karet dari LKP (lokasi kejadian perkara) sampai jembatan Bandingan sepanjang aliran sungai kurang lebih tujuh kilometer  ke arah Utara," ucap Agung.


Editor : Himas Puspito Putra