get app
inews
Aa Text
Read Next : Kompol DK Dipatsus Polda Sumut Buntut Video Viral Diduga Isap Vape Narkoba

Video perkelahian Siswa MTs di Banjarnegara Hebohkan Warga

Selasa, 13 Maret 2018 - 23:20:00 WIB
Video perkelahian Siswa MTs di Banjarnegara Hebohkan Warga
Video perkelahian pelajar SMP di Banjarnegara, Jateng viral di media sosial. (Foto: ilustrasi/Okezone)

BANYUMAS, iNews.id - Video perkelahian antarsiswi yang diduga pelajar sekolah menengah pertama (SMP) di Wanayasa, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah menghebohkan warga dan netizen.

Salah seorang warga, Willy mengatakan video berdurasi 45 detik yang direkam menggunakan kamera telepon pintar itu terlihat ada dua siswi yang sedang duduk di sebuah halte.

"Tiba-tiba sejumlah siswi yang kemungkinan dari sekolah lain mendatangi dua siswi tersebut. Mereka kemudian adu mulut dengan salah seorang siswi yang sedang duduk hingga akhirnya terjadilah perkelahian," katanya, Selasa (13/3/2018).

Menurut dia, pembicaraan para siswi itu menggunakan bahasa Banyumasan atau ngapak. Berdasarkan kabar yang beredar di media sosial, kasus perkelahian tersebut diduga melibatkan siswi Madrasah Tsanawiyah (MTs) Muhammadiyah, Wanayasa, dan SMP Negeri 1 Wanayasa, Banjarnegara.

Warga Purwokerto lainnya, Mega mengaku prihatin atas kasus perkelahian antarpelajar yang kian marak terjadi. "Seharusnya mereka mementingkan cari ilmu untuk masa depan daripada harus berkelahi karena permasalahan kecil," katanya.

Kepala MTs Muhammadiyah Wanayasa, Wahyudin mengakui dua siswinya merupakan pelaku perkelahian seperti dalam rekaman video yang beredar melalui media sosial itu.

Menurut dia, sempat terjadi kesimpangsiuran informasi sehingga seolah siswi MTs Muhammadiyah merupakan pelaku, padahal mereka yang diserang oleh siswi SMPN 1 Wanayasa.

"Dua siswi yang sedang duduk merupakan siswi kami, namun yang menjadi korban hanya satu orang, yakni UM, siswi kelas IX, sedangkan yang satunya tidak diserang," katanya.

Menurut dia, perkelahian tersebut berawal dari kesalahpahaman karena pelaku berinisial RN, siswi kelas VIII SMPN 1 Wanayasa, mendapat kabar jika UM menantangnya.

Oleh karena itu, RN bersama temannya, VN, mendatangi UM hingga akhirnya terjadi perkelahian.
"VN kabarnya sudah tidak sekolah lagi, drop out. Setelah diklarifikasi, ternyata kabar-kabar yang didengar RN tentang UM itu tidak benar," katanya.

Kendati demikian, dia mengatakan kasus perkelahian tersebut tidak sampai dibawa ke jalur hukum karena dari pihak pelaku dan keluarganya telah meminta maaf kepada korban pada Senin (12/3) sore.

Dengan demikian, kata dia, kasus perkelahian tersebut telah dianggap selesai karena kedua belah pihak telah saling memaafkan.

Lebih lanjut, Wahyudin mengharapkan adanya kerja sama semua pihak, yakni antara pendidik, orang tua, dan masyarakat, agar kasus perkelahian antarpelajar tidak terulang.

"Tanggung jawab pendidik ternyata sangat berat sehingga butuh kerja sama semua pihak untuk bisa saling mengawasi anak-anak," katanya.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut