Video Viral Siswi SMA Negeri di Demak Pesta Miras, Bupati: Saya Prihatin

Sindonews, Taufik Budi ยท Senin, 09 Desember 2019 - 18:44 WIB
Video Viral Siswi SMA Negeri di Demak Pesta Miras, Bupati: Saya Prihatin
Delapan siswi SMA negeri di Demak diduga pesta miras dan viral di media sosial. (Foto: ilustrasi)

DEMAK, iNews.id - Video delapan siswi SMA negeri di Demak yang diduga tengah berpesta minuman keras (miras) viral di media sosial. Video berdurasi 29 detik itu awalnya diunggah oleh akun bernama Lely, pada Sabtu, 7 Desember 2019.

Dalam waktu singkat, video tersebut menyebar luas melalui layanan pesan singkat WhatsApp. Dalam video itu, tampak delapan siswi masih mengenakan pakaian seragam batik sekolah negeri di Kabupaten Demak.

Seorang siswi tampak menuangkan minuman dari botol ke gelas, sementara pelajar lainnya tampak menenggak minuman berwarna kehitaman tersebut.

Aktivitas itu terlihat seperti dalam sebuah kamar. Suara musik terdengar keras diikuti oleh lantunan lagu siswi-siswi tersebut. Goyangannya cukup seronok dengan posisi duduk lesehan di kasur, hingga roknya tersingkap.

Bupati Demak M Natsir mengaku prihatin dengan aksi para siswi SMA tersebut, terlebih Demak adalah Kota Wali.

"Kejadian ini tentu menjadi pelajaran bagi kita semua. Baik guru, orangtua, dan masyarakat agar bersama-sama menjaga pergaulan anak-anak dari hal hal yang tidak baik," katanya dikutip SINDOnews, Minggu (8/12/2019).

BACA JUGA:

Ayah di Demak Habisi Anak Perempuannya Berusia 3 Tahun, Lalu Bunuh Diri

Siswi SMA Mabuk Sambil Joget di Mojokerto Bawa Bir Sendiri dan Sering ke Warkop

Menurutnya, Pemkab Demak terus mengimbau kepada seluruh orang tua untuk menjaga putra-putrinya. Selain itu, guru juga diminta memberikan bekal pendidikan dan mengawasi anak-anak di sekolah agar tak mudah terpengaruh oleh budaya luar.

"Kita sekuat tenaga dan semuanya untuk ikut mengawasi perkembangan anak-anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Kita harus bersama menjaga anak-anak bangsa agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali," katanya.

Menyusul aksi tak terpujinya itu, delapan siswi SMA tersebut kini menerima sanksi dari sekolah.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Jawa Tengah, Ernest Ceti Septyanti menyesalkan tindakan para pelajar putri tersebut. Pihaknya segera berkoordinasi dengan salah satu SMA negeri di Demak, tempat siswi-siswi itu menempuh ilmu.

"Kami sudah mengoordinasikan masalah ini dengan kepala sekolah. Para siswi dan orang tua juga telah dipanggil ke sekolah," kata Ernest.

Meski terjerat sanksi, kata dia, para siswi tersebut masih menerima hak untuk mendapatkan pendidikan. Sanksi yang diberikan mesti memiliki unsur mendidik dan membina agar tindakan serupa tidak terulang kembali.


Editor : Kastolani Marzuki