get app
inews
Aa Text
Read Next : Viral Mobil Panther Jalan Sendiri di Tol Japek, Polisi Ungkap Faktanya

Viral Kades di Sragen Mandi Lumpur usai Terjatuh di Jalan Berlubang, Ini Penyebabnya

Rabu, 21 Januari 2026 - 19:57:00 WIB
Viral Kades di Sragen Mandi Lumpur usai Terjatuh di Jalan Berlubang, Ini Penyebabnya
Tangkapan layar seorang kepala desa di Kabupaten Sragen mandi lumpur di jalan rusak. (Foto: iNews)

SRAGEN, iNews.id – Video seorang kepala desa di Kabupaten Sragen mandi lumpur di jalan berlubang viral di media sosial. Aks unik tersebut dilakukan Kades Negpringan, Sunarso, secara spontan setelah terjatuh dari sepeda motor. 

Dalam rekaman video amatir warga, Sunarso yang saat itu mengenakan Pakaian Dinas Lengkap (PDL) tampak kehilangan keseimbangan hingga terjatuh ke dalam kubangan lumpur pekat saat melintasi ruas jalan Mlale–Ngepringan, Kecamatan Jenar, yang kondisinya rusak parah layaknya sawah yang baru dibajak.

Dia membantah bahwa aksi tersebut merupakan bentuk protes yang dirancang khusus untuk menyindir pemerintah.

"Kejadian itu murni spontan saat saya hendak berangkat kerja. Kondisi jalannya memang sangat licin dan berlumpur. Ini bukan rekayasa, tapi memang beginilah kenyataan yang harus dihadapi warga kami setiap hari," kata Sunarso.

Menurutnya, jalan sepanjang tujuh kilometer tersebut merupakan urat nadi bagi warga menuju sekolah, pasar, hingga rumah sakit. Kerusakan ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan terakhir kali mendapat sentuhan perbaikan sekitar lima tahun silam. 

Senada dengan sang Kades, Narto, salah seorang warga Desa Ngepringan, menyebut masyarakat sering kali harus melakukan kerja bakti tambal sulam secara swadaya agar jalan tetap bisa dilalui kendaraan pengangkut hasil panen.

"Kalau hujan, anak sekolah paling kasihan. Banyak yang jatuh, kendaraan ban pecah, bahkan mogok. Kami berharap segera ada tindakan nyata dari pemerintah kabupaten," harap Narto.

Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Sragen, Aribowo Sulistyo, memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa ruas jalan Bago–Mlale sebenarnya sudah masuk dalam rencana pembangunan tahun 2025.

"Sebenarnya sudah direncanakan tahun lalu, namun rencana pembangunan permanen tersebut terpaksa dibatalkan karena adanya refocusing anggaran," ungkap Aribowo.

Untuk tahun anggaran 2026, karena keterbatasan dana pemeliharaan, DPU Sragen hanya bisa melakukan langkah darurat. "Dalam waktu dekat kami akan menurunkan material urukan pasir batu (Sirdam) sebagai penanganan sementara agar jalan tidak terlalu licin. Untuk pembangunan permanen, akan kami usulkan kembali melalui APBD berikutnya atau Dana Alokasi Khusus (DAK)," pungkasnya.

Hingga pembangunan permanen terealisasi, warga Kecamatan Jenar tampaknya masih harus bersabar dan ekstra waspada saat melintasi jalur "bubur lumpur" tersebut, terutama di tengah puncak musim penghujan saat ini.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut