Viral Rumah Mewah Bertuliskan: Demi Allah, Kami Warga Miskin Penerima PKH–BPNT

Suryono Sukarno · Selasa, 05 Mei 2020 - 10:44:00 WIB
Viral Rumah Mewah Bertuliskan: Demi Allah, Kami Warga Miskin Penerima PKH–BPNT
Rumah mewah bertuliskan keluarga miskin di Pekalongan (Foto: Istimewa)

PEKALONGAN, iNews.id - Puluhan rumah bagus di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, ditempel tulisan warga miskin. Mereka tetap menjadi penerima program keluarga harapan (PKH) dan bantuan pemerintah non tunai (BPNT).

Pantauan iNews, rumah- rumah bagus ini terlihat masih baru bahkan dilengkap tanaman hias. Namun pada dinding rumah di desa Ketintang Lor kecamatan Bojong kab Pekalongan ini ditempel tulisan besar "Demi Allah, Kami Warga Miskin Penerima PKH–BPNT".

Bupati Kulonprogo Sutedjo serahkan bantuan BLT kepada warga terdampak Covid-19. (foto : Inews/kuntadi)
Bupati Kulonprogo Sutedjo serahkan bantuan BLT kepada warga terdampak Covid-19. (foto : Inews/kuntadi)

Ada puluhan rumah dengan kondisi bagus yang tetap menerima bantuan sebagai warga program keluaga harapan dan bantuan pemerintah non tunai. Mereka setiap bulan selalu menerima bantuan paket sembako untuk warga miskin .

“Di desa ini ada 74 rumah keluarga penerima PKH dan BPNT, namun sebagian ternyata kondisi rumah sudah tidak susuai lagi dalam kategori miskin. Pihak desa sengaja menempel tulisan besar ini setelah sebelumnya rembug warga dan disepakati seluruh warga,” kata Nur Hendriyanto Kadus 1, Desa Ketintang Lor, Selasa (5/5).

Tujuan penempelan agar keluarga yang sebetulnya mampu menjadi malu dan bersedia mengembalikan bantuan. Sebagian yang sadar kadang mengembalikan bantuan.

"Dengan ditempel seperti itu, harapannya bantuan benar -benar sampai pada warga miskin yang berhak menerima," katanya.

Sejumlah warga tetap memasang dan tidak mencopotnya bahkan penghuni cenderung cuek saja di lebel sebagai warga miskin. Namun ada pula yang merasa malu dan siap mengembalikan, karena sudah sebagai warga yang mampu.

“Saya sudah sejak tahun 2015 menerima bantuan sosial ini, karena waktu itu memang kondisi ekonomi benar- benar terpuru. Namun saat ini kami sudah lumayan bagus, sehingga ketika ditempel sebagai warga miskin saya rasanya malu dan ingin mengembalikan," kata Murdiyanti, warga rumah bagus penerima PKH dan BPNT.

Warga yang kondisinya sudah mampu ini jumlahnya sekitar 10 persen di setiap desa seluruh kabupaten Pekalongan. Mereka seharusnya sudah tidak berhak menerima dana PKH dan BPNT serta harus segera dikeluarkan dari daftar warga miskin

"Mereka seharusnya sudah tidak berhak menerima dana PKH dan BPNT serta harus segera dikeluarkan dari daftar warga miskin, dengan intervensi desa juga dari Dinas Sosial,” kata koordinator petugas TKSK Kabupaten Pekalongan, Purwo Aji.

Dari data yang ada, jumlah penerima bantuan pkh dan bpnt ada lebih dari 36.000 KK di kabupaten Pekalongan. Pendataan dilakukan sejak beberapa tahun dan update data belum seluruhnya dilakukan sehingga ada yang terlihat salah sasaran.

Berita Lain Bisa Dibaca di Okezone.com: Didi Kempot Akan Dimakamkan di Daerah Ngawi Hari Ini

Editor : Nani Suherni