Virus Corona Merebak, Nenek di Semarang Nekat Pergi ke Amerika

Taufik Budi Nurcahyanto ยท Rabu, 25 Maret 2020 - 07:52 WIB
Virus Corona Merebak, Nenek di Semarang Nekat Pergi ke Amerika
Suasana Kantor Imigrasi Kelas I Semarang, Selasa (24/3/2020). (Foto: iNews/Taufik Budi Nurcahyanto)

SEMARANG, iNews.id - Pandemi virus corona tak menyurutkan niat seorang nenek untuk membuat paspor agar bisa pergi ke Amerika Serikat. Padahal pembuatan paspor saat ini dibatasi hanya untuk orang yang hendak berobat ke luar negeri atau kepentingan mendesak.

Kantor Imigrasi Kelas I Semarang tampak lengang pada Selasa (24/3/2020). Hanya sekira lima sampai tujuh orang yang terlihat di deretan ruang tunggu. Mereka pun mengenakan masker untuk mencegah penularan virus corona.

Sebagian warga yang ditemui iNews, mengurus paspor agar bisa bepergian keluar negeri. Bukan untuk jalan-jalan menghabiskan waktu libur, mereka terdesak menjalani pengobatan dan kepentingan lain.

Di antaranya Iswanti yang akan mengikuti anak perempuannya di Amerika Serikat. Setelah suaminya meninggal dunia belum lama ini, perempuan berusia lanjut ini memutuskan untuk ikut anaknya yang 10 tahun tinggal di negeri Paman Sam tersebut.

"Saya mau ikut anak ke Amerika. Nanti berangkat setelah kenaikan kelas Juli mungkin," ucap Iswanti, Selasa (24/3/2020).

Semenjak merebaknya penyebaran Covid-19, Kantor Imigrasi Semarang menerapkan seleksi ketat pembuatan paspor. Jumlah pemohon pun turun drastis dari 200 orang menjadi 20 orang per hari.

"Jumlah pemohon kami batasi, hanya untuk yang mendesak mau berobat atau keperluan penting," kata Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang Doni Alfisyahrin.

Untuk mencegah penularan virus corona, semua tamu maupun pegawai wajib cuci tangan dan cek suhu tubuh sebelum masuk ke kantor imigrasi. Selain itu di ruang tunggu juga diterapkan physical distancing atau menjaga jarak fisik agar para pemohon tidak saling berdekatan.


Editor : Nani Suherni