Visualisasi Jalan Salib, Umat Diminta Teladani Pengorbanan Yesus

Lurisa Lulu ยท Jumat, 30 Maret 2018 - 22:02 WIB
Visualisasi Jalan Salib, Umat Diminta Teladani Pengorbanan Yesus
Umat Katolik melakukan drama visualisasi penyaliban Yesus di Gua Maria, Getasan, Kabupaten Semarang. (Foto: iNews.id/Lurisa Lulu)

SEMARANG, iNews.id - Ribuan umat Katolik memadati tempat peribadatan Gua Maria, Pereng, Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah untuk memeringati Jumat Agung atau kesengsaraan Yesus, Jumat (30/3/2018).

Dengan visualisasi, drama yang menggambarkan kesengsaraan Yesus menuju kayu salib agar umat Nasrani mengenang Tuhan Yesus di saat menyerahkan diri-Nya untuk memanggul salib guna menebus dosa manusia. Drama ini dimainkan oleh 125 remaja Gereja Katolik Paroki Kristus Raja Semesta Alam, Salatiga.

Pada teaterikal jalan salib ini, mengunakan visualisasi dengan drama agar mudah dipahami dan menarik umat untuk bisa meneladani pengorbanan Yesus. Hingga ribuan umat begitu antusias menyaksikan adegan kisah sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus.

Kisah itu diawali dengan penangkapan Yesus di Taman Zaitun, Yerusalem oleh para serdadu Yahudi. Yesus lalu dihadapkan pada imam besar yang berkuasa di Yerusalem waktu itu, Pilatus. Pada Hari Raya Paskah, orang Yahudi Pilatus biasanya berhak membebaskan salah satu penjahat.

Barabas sebagai penjahat dibebaskan dan sebagai ganti adalah Yesus yang kemudian dianiaya dan disengsarakan mulai dari kediaman Pilatus dan dipaksa memanggul salib sampai ke Bukit Tengkorak yang disebut Golgota.

Sepanjang perjalanan itu, Yesus dipaksa memanggul salib, dipukul, dicemeti, dan ditanggalkan pakaiannya. Yesus jatuh berkali-kali dalam perjalanan penuh dengan bilur darah pakainnya tersobek hingga tewas disalib.

Dengan melibatkan 125 pemain teaterikal, membutuhkan waktu dua bulan untuk merangkai cerita dan mempersiapkan kostum, serta peratan untuk menceritakan jalan salib.

“Dengan adanya pengorbanan Yesus, diharapkan umat bisa mengikuti teladan yang diajarkan Yesus rela mengorbankan tubuhnya. Di salib untuk menebus dosa, umat manusia di dunia,” kata salah seorang panitia ibadat Jumat Agung, Wahyu Wibowo.


Editor : Kastolani Marzuki