Wali Kota Solo Tolak Pemulangan Warga Eks ISIS, Rudy: Ideologi Itu Dibawa Sampai Mati

Septyantoro ยท Senin, 10 Februari 2020 - 23:30 WIB
Wali Kota Solo Tolak Pemulangan Warga Eks ISIS, Rudy: Ideologi Itu Dibawa Sampai Mati
Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. (Foto: iNews/Septyantoro)

SOLO, iNews.idWali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo dengan tegas menolak rencana pemulangan warga eks simpatisan ISIS ke Tanah Air. Sependapat dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, dia menilai akan sangat sulit mengubah ideologi eks Negara Islam Irak dan Suriah itu.

“Lah kalau gubernur menolak, wali kota ya ikut menolak lah. Kalau Pak Ganjar menolak, ya otomatis yang di bawahnya juga sama,” kata Rudy di Solo, Minggu (9/2/2020).

Rudy mengatakan, soal kebijakan menyikapi pro dan kontra pemulangan WNI eks ISIS, dia akan mengikuti kebijakan pemerintah pusat. Jika pusat menolak, Pemkot Solo pun menolak.

“Saya mesti ngikut yang di pusat lah. Kalau pusat menolak, ya tentunya di daerah juga mesti ikut menolak. Istilahnya karena antarnegara ini, karena mereka sudah menjadi warga negara asing. Dari paspornya yang kemarin saya lihat di, ya sudah kayak begitu,” kata Rudy.

Menurut Rudy, mereka yang sudah terlibat dalam jaringan ISIS akan sulit untuk dipulihkan. Sebab, ideologi akan dibawa sampai mati. Mantan ISIS sulit disembuhkan karena sudah dicuci otaknya. Jika nanti dipulangkan dan tidak sesuai harapan, mereka dikhawatirkan akan kembali ke ideologinya.

“Susah itu nanti untuk mengembalikan. Saya kan juga mendampingi teman-teman juga, tapi kan belum begitu parah,” ujar Rudy.

“Yang namanya ideologi itu dibawa sampai mati. Ideologi saya, saya bawa sampai mati, ideologi Pancasila itu. Ini merupakan salah satu ideologi partai. Jadi ya, sampai mati dibawa ideologi itu,” katanya.

Rudy mengatakan, para WNI yang bergabung dengan ISIS dilatarbelakangi berbagai faktor. Mereka juga dijanjikan banyak hal, sehingga tergiur bergabung dan rela meninggalkan Indonesia. Untuk mengubah ideologi mereka, butuh pendampingan yang sangat lama.

“Menurut informasi yang saya dapat kemarin kan dijanjikan ini itu dan sebagainya, kenyataannya kan tidak. Ini perlu pendampingan yang sangat lama,” ujarnya.

Mengenai jumlah warga asal Solo yang terlibat dalam jaringan ISIS, Rudy mengaku sampai saat ini masih belum mengetahui jumlahnya. “Belum ada, saya belum tahu juga jumlahnya berapa. Pak Ganjar kan juga bilang, kalau ada warga Jawa Tengah, gubernur menolak (untuk dipulangkan),” ujar Rudy.


Editor : Maria Christina