Warga Kauman Yogya Tolak Kehadiran Toko Jejaring

Sindonews, Priyo Setyawan ยท Minggu, 29 Desember 2019 - 13:10 WIB
Warga Kauman Yogya Tolak Kehadiran Toko Jejaring
Spanduk penolakan warga Kauman RW 12 Ngupasan, Gondomanan, Yogyakarta menolak toko jejaring di wilayahnya, Sabtu (28/12/2019). (Foto: Dok Forpi Yogya)

YOGYAKARTA, iNews.id – Kehadiran toko atau minimarket jejaring di Yogyakarta kembali mendapat penolakan. Kali ini warga Kauman Yogyakarta di RW 12 Ngupasan, Gondomanan menolak kehadiran toko jejaring di wilayahnya.

Aksi protes itu dilakukan warga dengan memasang spanduk di senuah tembok putih besar. “Warga tidak butuh toko jejaring atau sejenisnya, karena bisa membuat usaha masyarakat gulung tikar,” kata warga Kauman, Siti, Sabtu (28/12/2019). 

Sementara itu anggota Forum Pemantau Independen (Forpi) Yogyakarta membenarkan adanya pemasangan spanduk penolakan tersebut. Oleh karena itu dia meminta pemerintah setempat segera turun untuk mengidentifikasi masalah.

Dia meminta pemerintah untuk tegas terhadap aturan dan menindak toko jejaring yang curang. “Pemerintah harus menindak tegas pemilik toko jejaring yang tidak memiliki izin dan melanggar aturan,” katanya.

BACA JUGA: Pedagang Malioboro Keberatan dengan Rencana Uji Coba Pedestrian

Dia meminta agar pemerintah mendengar aspirasi masyarakat dan tidak terkecoh dengan modus toko jejaring yang tidak mencantumkan nama di depan. Menurutnya identifikasi toko jejaring bisa dilihat dari warna toko, warna seragam, dan nama pada struk pembelian.

“Kalau ada pemilik yang akan mengalihkan usaha toko jejaringnya harus ada pengawasan berkelanjutan dan ketat. Pemerintah harus menindak tegas pemilik toko yang tak berizin dan melanggar aturan,” ucapnya.


Editor : Rizal Bomantama