Warga Pemalang Jadi Korban Penipuan Jual Beli Rumah Fiktif

Suryono Sukarno ยท Kamis, 16 Januari 2020 - 02:30 WIB
Warga Pemalang Jadi Korban Penipuan Jual Beli Rumah Fiktif
Mamas Arifin saat melaporkan kasus penipuan jual beli rumah fiktif di Mapolsek Petarukan, Pemalang. (Foto: iNews/Suryono)

PEMALANG, iNews.id - Mamas Arifin (44) warga Desa Loning Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang menjadi korban penipuan jual beli rumah fiktif. Niat korban untuk memiliki rumah pun harus ditunda. Merasa ditipu, Mamas akhirnya melaporkan kasus itu ke polisi.

Mamas menuturkan, peristiwa itu terjadi saat dirinya sedang mencari rumah. Dia lalu bertemu dengan N (31) warga Dukuh Peron yang menawarkan rumah milik Sunarti di Dukuh Peron Petarukan.

“Rumah tersebut ditawarkan seharga 50 juta rupiah, karena tertarik saya tawar menjadi 42 juta rupiah kepada N,” kata Mamas di Mapolsek Petarukan, Rabu (15/1/2020).

Setelah harga rumah disepakati, N lalu meminta uang muka kepada Mamas sebesar Rp13 juta. “N meminta uang muka dengan alasan untuk mengambil sertifikat rumah yang masih digadaikan pada seorang wanita bernama Lestari di Desa Kalirandu Petarukan,” kata Mamas.

Mamas lalu mentransfer uang muka sejumlah 13 juta kepada N dengan cara dicicil melalui rekening bank sebanyak dua kali dan secara tunai satu kali. Meskipun Mamas telah membayar uang mukanya, N masih tetap meminta uang kepada Mamas.

“Karena merasa ada yang janggal, saya meminta pada N agar dipertemukan dengan saudari Lestari untuk melihat langsung sertifikat rumahnya,” ucap Mamas.

Setelah N menyanggupi, akhirnya Mamas diantar oleh N ke rumah Lestari di Desa Kalirandu Petarukan. “Ternyata saudari Lestari mengaku tidak pernah memiliki urusan apapun dengan N, termasuk gadai sertifikat rumah seperti yang dikatakan oleh N,” ucapnya.

Mengaku kecewa, kemudian Mamas meminta kepada N untuk mengembalikan uang yang telah ditransfer. “Karena N terus menolak untuk mengembalikan uang tersebut, maka saya melaporkan ke Polsek Petarukan,” katanya.

Kapolsek Petarukan AKP Titiek Liestyowati mengungkapkan, dari hasil penyelidikan,  rumah yang dijual oleh N ternyata bukan milik Sunarti. “Warga sekitar rumah tersebut tidak mengenal Sunarti, dan tidak ada warga Dusun Peron yang bernama Sunarti,” ucapnya.

Saat ini Polsek Petarukan masih menangani kasus dugaan penipuan itu. Polisi juga sedang memburu N yang kabur usai menipu korban.


Editor : Kastolani Marzuki