get app
inews
Aa Text
Read Next : 173.913 Kendaraan Tinggalkan Jabotabek saat Libur Panjang Isra Mikraj

Warga Purworejo Rela Mandi Hujan Rebut 7 Gunungan di Momen Isra Mikraj

Sabtu, 17 Januari 2026 - 04:54:00 WIB
Warga Purworejo Rela Mandi Hujan Rebut 7 Gunungan di Momen Isra Mikraj
Warga Kabupaten Purworejo berebut gunungan untuk ngalap berkah pada peringatan Isra Mikraj 2026. (Foto: iNews)

PURWOREJO, iNews.id – Ratusan warga Kelurahan Doplang, Kecamatan Purworejo, Jawa Tengah, tumpah ruah ke jalan demi mengikuti tradisi rebutan gunungan pada Jumat (16/1/2026) sore. 

Uniknya, tradisi yang biasanya identik dengan acara adat ini digelar khusus dalam rangka memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW yang dipadukan dengan kearifan lokal Merti Dusun. 

Meski wilayah tersebut diguyur hujan deras, antusiasme masyarakat tidak surut sedikit pun. Mereka tetap bersemangat menantikan tujuh buah gunungan berisi sayur-mayur dan buah-buahan yang telah diarak keliling kampung.

Prosesi dimulai dengan mengarak tujuh gunungan yang berasal dari tujuh kelompok warga sejauh kurang lebih satu kilometer mengelilingi desa. Arak-arakan berakhir di halaman kantor Kelurahan Doplang, di mana doa dipanjatkan sebelum warga diperbolehkan memperebutkan isinya. 

Hanya dalam hitungan menit, tujuh gunungan tersebut ludes. Warga meyakini bahwa hasil bumi yang mereka dapatkan dari gunungan tersebut membawa keberkahan dan keselamatan. 

"Kami percaya kalau dapat sayur atau buah dari sini akan mendapat keselamatan dan berkah dari Sang Pencipta. Makanya walaupun hujan deras, kami tetap ikut berebut," ujar Sudarsono, salah seorang warga di lokasi. 

Kepala Desa Doplang, Puguh Dono Pratopo, menjelaskan bahwa acara ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan Merti Dusun yang sengaja dijadwalkan bertepatan dengan perayaan Isra Miraj tahun ini. 

"Tujuannya adalah mempersatukan warga sekaligus melestarikan budaya. Kami memadukan tradisi leluhur dengan peringatan hari besar Islam agar nilai-nilai spiritual dan sosial berjalan beriringan," kata Puguh.

Setelah kemeriahan kirab dan rebutan gunungan di sore hari, rangkaian acara akan ditutup dengan pengajian akbar di balai desa pada Jumat malam. Melalui momentum ini, warga diajak merefleksikan kembali perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam menerima perintah shalat lima waktu sebagai fondasi utama ibadah umat Muslim. 

Perpaduan antara ritual budaya dan nilai-nilai religius ini diharapkan dapat memperkuat kerukunan antarwarga serta menjaga identitas lokal di tengah arus modernisasi.

Editor: Kastolani Marzuki

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya

iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut